Tampilkan postingan dengan label sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sastra. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 April 2016

Posting Bareng BBI: O

Judul: O
Pengarang: Eka Kurniawan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2016
Halaman: 470
Harga: Rp. 99.000



O resah. Kekasihnya hilang.

Semua bermula dari mimpi Entang Kosasih, seekor monyet di Rawa Kalong, untuk menjadi manusia. Ada legenda Armo Gundul yang dipercaya kaum monyet Rawa Kalong turun temurun, bahwa ia adalah monyet yang pertama berhasil menjadi manusia. Entang Kosasih ingin mengikuti jejak Armo Gundul. Namun bagaimana caranya, tak ada yang tahu. Sampai suatu hari Entang Kosasih terlibat duel bersenjata dengan seorang polisi, tertembak, dan tubuhnya tak pernah ditemukan.

O kini menjadi monyet topeng monyet. Hidupnya menderita, tapi ia menjalaninya dengan tabah. Ia percaya, cara menjadi manusia adalah dengan belajar menjalani hidup seperti manusia. Maka, dengan tekun ia belajar menari dan bertingkah seperti manusia, walau ia harus hidup dirantai, kadang lupa diberi makan dan dicambuk oleh pawangnya, Betalumur. Suatu hari ia melihat gambar Kaisar Dangdut, dan ia percaya bahwa Kaisar Dangdut adalah jelmaan Entang Kosasih. O percaya Entang Kosasih berhasil meraih mimpinya, seperti O juga selalu percaya pikiran-pikiran gila Entang Kosasih yang lain. Yang harus dilakukan O kini adalah menyusul Entang Kosasih dan membuat Entang Kosasih mencintainya kembali sebagai manusia.

Selama perjalanan O menyusul Entang Kosasih, O memiliki sahabat seekor anak anjing buduk bernama Kirik. Kirik selalu mempertanyakan kebodohan O yang tidak mau melarikan diri dari siksaan Betalumur dan percaya kalau ia bisa menjadi manusia. Awalnya O kesal dengan kehadiran Kirik, namun keduanya akhirnya bersahabat. Kirik sendiri sedang melarikan diri dari orang yang ingin membunuhnya, Rudi Gudel. Rudi Gudel ingin membalas kematian sahabatnya yang disebabkan oleh ibu Kirik, Wulandari. Sayang, Wulandari keburu mati dan Kirik kini diincar untuk menggantikannya.

Sobar adalah polisi yang berduel dengan Entang Kosasih dan menembak monyet itu. Monyet itu mencuri revolvernya dan menembak mati rekan kerjanya, Joni Simbolon. Tak pernah Sobar sangka, kepindahannya ke Rawa Kalong yang katanya membosankan justru membawa petaka. Padahal, yang ia inginkan adalah meninggalkan masa lalunya, di mana ia tak sengaja menembak mati calon anaknya sendiri.

Selasa, 11 Agustus 2015

Bekisar Merah

Judul: Bekisar Merah (Bekisar Merah & Belantik)
Pengarang: Ahmad Tohari
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2011
Halaman: 359
Harga: Rp. 60.000 (Rp. 20.000 di bazaar Gramedia Palmerah :))


Lasi adalah seorang perempuan berparas unik. Hal ini karena ayahnya adalah serdadu Jepang yang membelot membela Indonesia yang menikah dengan perempuan lokal Karangsoga. Sayang, ayah Lasi menghilang dalam perang kemerdekaan. Sejak itu, Lasi selalu diejek karena penampilannya yang berbeda: tinggi, putih, bermata sipit menarik. Selain itu, orang-orang Karangsoga juga lebih mengenal Lasi sebagai anak haram serdadu Jepang. Lasi-pang alias Lasi Jepang, begitu anak-anak Karangsoga kerap meledeknya. Hanya Kanjat yang dua tahun lebih muda dari Lasi, anak orang terkaya di Karangsoga, yang tidak pernah menjahatinya.

Setelah dewasa, Lasi menikah dengan Darsa, seorang penyadap nira, keponakan ayah tiri Lasi. Walau serba kekurangan, Lasi bahagia bersama Darsa. Sampai suatu hari, Darsa kecelakaan dan jatuh dari pohon kelapa. Walau akhirnya dapat pulih, Darsa menjadi impoten dan sejak itu, Darsa berubah. Lasi berjuang sekuat tenaga menolong Darsa, bahkan memperkenalkan Darsa kepada Bunek, dukun pijat. Siapa sangka, Darsa memang sembuh, tapi malah menghamili anak Bunek, Sipah.

Sakit hati dan tak rela dimadu, Lasi kabur ke Jakarta ikut truk pembawa gula merah yang disetir Pardi. Sampai Jakarta, Lasi dititipkan ke Bu Koneng, pemilik warung plus-plus di daerah Klender. Walau terlihat mengerti penderitaan Lasi, Bu Koneng memiliki rencana jahat terhadap Lasi, yang cantik dan pasti digemari laki-laki. Bu Koneng lalu memperkenalkan Lasi kepada Bu Lanting, mucikari kelas atas yang memiliki bisnis perempuan dengan pejabat-pejabat teras. Lasi dibawa ke rumah Bu Lanting dan didandani habis-habisan, menjadi bak bekisar merah, ayam mahal pajangan orang-orang kaya.

Sejak saat itu, Lasi menjalani hidup mewah dan enak, namun tidak memiliki kebebasan. Ia memang memiliki suami. Hidupnya dikelilingi harta. Bahkan, tak sulit baginya membantu ibunya di Karangsoga. Namun, hatinya kosong. Pertemuannya kembali dengan Kanjat, anak lelaki baik hati dari masa lalunya, mengisi hati Lasi kembali.

Namun, bagaimana Lasi dapat lepas dari sangkar emasnya di Jakarta? Bisakah bekisar merah yang cantik itu lolos dan bebas tanpa takut tertangkap kembali?

Jumat, 29 Mei 2015

Baca Bareng BBI Mei 2015 : Pasung Jiwa

Judul: Pasung Jiwa
Pengarang: Okky Madasari
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2013
Halaman: 323
Harga: Rp. 55.000 (jadi Rp. 44.000 di bukabuku)


Pasung  Jiwa menceritakan kisah dua teman, Sasana atau Sasa dan Jaka Wani atau Cak Jek, yang sama-sama ingin hidup bebas namun pada kenyataannya selalu terkungkung oleh nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.

Sasana tumbuh di keluarga yang berkecukupan. Ayahnya pengacara, ibunya dokter bedah. Sejak kecil ia berlatih piano, namun jatuh cinta pada musik dangdut yang dibenci orang tuanya. Selain itu, Sasana selalu merasa terperangkap di tubuh yang salah. Ia seharusnya terlahir sebagai wanita, seperti adiknya yang cantik, Melati. Nasib membawanya menjadi penyanyi keliling dalam busana perempuan, yang memiliki nama panggung Sasa, bersama alunan gitar Cak Jek di kota Malang. Berbagai kejadian yang traumatis menimpa Sasa dan membuatnya mempertanyakan, mungkinkah kebebasan tubuh dan pikiran bisa ia dapatkan?

Jaka Wani alias Cak Jek pada mulanya adalah seniman jalanan yang mengagungkan hidup bebas. Mencari uang dengan cara yang ia suka, hanya untuk makan dan kebutuhannya sehari-hari. Bersama Sasa, ia memiliki impian suatu hari akan terkenal sebagai seniman. Suatu insiden membuatnya ditangkap dan berakhir dengan pelarian diri di kota Batam. Di Batam, ia bekerja sebagai buruh pabrik, namun kerinduannya akan kebebasan membuatnya dikejar-kejar dan kembali melarikan diri ke Jakarta. Di sana, ia bertemu sebuah laskar berbaju putih yang menghalalkan kekerasan dengan dalih agama. Jaka Wani kini menjadi Jaka Baru dan siap menghancurkan apa pun yang dinilai menodai agama. Namun, benarkah hal itu yang diinginkan hati nuraninya?

Jumat, 01 Mei 2015

4 Musim Cinta

Judul: 4 Musim Cinta
Pengarang: Mandewi, Gafur, Puguh, Pringadi
Penerbit: exchange
Tahun terbit: 2015
Halaman: 332
Harga: Rp. 59.500 (di bukabuku Rp. 47.600)


Gayatri:
Mata laki-laki di sekitarku jauh berbeda dengan matamu. Aku menggumamkan kalimat itu sembari memakai sepatu hak tinggiku. Sekali lagi menghadap cermin dan menarik bagian bawah kemejaku untuk merapikannya.

Arga:
Mencintai? Ringan kedengarannya, tapi berat sekali untuk diucapkan. Aku berdiri memandangi sekitar. Bayangan purnama terlihat berkilauan di lautan di depanku. Cantik. Cahayanya yang keperakan mengingatkanku pada matanya yang berbinar.

Gafur:
Ketika aku terbangun dan dia sudah tak ada di sampingku, aku semakin merasakan bahwa hidup adalah perkara mengatasi kekecewaan-kekecewaan.

Pring:
Ayah sudah sarapan? Pesan itu membuat aku bimbang, mengapa perasaan-perasaan manusia begitu mudah berubah?

Novel 4 Musim Cinta bercerita mengenai kehidupan empat orang pegawai Departemen Keuangan, tepatnya dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Satu wanita dan empat pria; berbeda karakteristik, berbeda impian. Pekerjaan yang menuntut mereka untuk berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya membuat kehidupan mereka sepi. Namun, kecintaan keempatnya dengan sastra mempertemukan mereka dalam sebuah acara kepenulisan yang diadakan kantor mereka. Interaksi keempatnya berlanjut baik lewat komunikasi elektronik maupun pertemuan singkat mereka di sela-sela tugas kantor. Benih-benih asmara, persaingan, bahkan permusuhan pun mulai bermunculan.


Rabu, 30 Oktober 2013

Life of Pi

Judul: Life of Pi (Kisah Pi)
Pengarang: Yann Martel
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2002 / 2012 (cetakan ke-6 terjemahan Indonesia)
Jumlah Halaman: 447
Harga: Rp. 55.000 (harga bukabuku Rp. 46.750)



Pi Patel adalah seorang anak India yang unik. Tumbuh besar di tengah kebun binatang, karena ayahnya bekerja sebagai direktur kebun binatang Pondicherry, Pi terbiasa mengamati dan mengerti gerak-gerik binatang. Selain itu, ia juga memiliki kerinduan yang amat mendalam terhadap Tuhan. Ia sangat kritis dan berusaha mengenal Tuhan sehingga akhirnya ia memeluk tiga agama: Hindu, Kristen, dan Islam. Hal ini tentu mengundang cibiran dari orang-orang di sekitarnya, namun tidak dari keluarganya yang cukup toleran.

Di usia ke-16, Pi harus pindah bersama keluarganya ke Kanada. Seluruh binatang dijual dan sebagian berada di kapal yang sama dengan yang ditumpangi keluarga Pi ke benua Amerika, Tsimtsum. Sayang, selepas dari Filipina, kapal itu karam. Hanya satu buah sekoci yang berhasil diselamatkan, berisi Pi, seekor harimau Bengal 3 tahun bernama Richard Parker, seekor orangutan betina bernama Orange Juice, seekor hyena, dan seekor zebra yang patah kakinya. Kelimanya berada dalam satu sekoci, terombang-ambing di tengah samudra Pasifik.

Hari demi hari berlalu. Pembantaian demi pembantaian berlangsung karena kebutuhan akan makanan. Sampai akhirnya, tersisa dua makhluk: Pi dan Richard Parker. Secara akal sehat, tidak mungkin manusia bisa bertahan hidup berdampingan dengan binatang sebuas dan sekuat harimau. Namun Pi sadar bahwa Richard Parker adalah harimau yang besar di kebun binatang dan Pi memiliki pengetahuan mengenai sifat binatang.

Bagaimana akhir kisah perjalanan Pi dan Richard Parker? Mampukah Pi bertahan hidup tanpa dibantai oleh Richard Parker?


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...