Pengarang: Windry Ramadhina
Penerbit: Gagasmedia
Tahun terbit: 2015
Halaman: 377
Harga: Rp. 69.000 (diskon jadi Rp. 51.750 di bukabuku)
Lana Hart adalah wanita pencinta kebebasan. Ia sangat mencintai pekerjaannya sebagai produser film dokumenter di National Geographic dan kerap berjalan-jalan ke daerah-daerah eksotik dan terpencil untuk membuat film dokumenter. Ia berdomisili di Washington tapi merasa Indonesia adalah tempat singgah favoritnya. Indonesia, tempat Samuel Hardi berada.
Samuel Hardi adalah seorang genius di dunia perfilman dokumenter. Hanya dia yang bisa menghadapi Lana. Samuel Hardi juga memuja kebebasan seperti Lana dan enggan terikat dengan wanita. Sifatnya dingin dan sinis, tapi membuat Lana selalu ingin menggodanya. Lana selalu tinggal beberapa saat di tempat Samuel dan menghabiskan malam yang bergairah dengan Samuel.
Suatu hari, setelah persinggahannya yang terakhir, Lana mendapat tugas untuk membuat film dokumenter tentang Flores dan untuk itu, Lana harus bekerja sama dengan Hardi, studio milik Samuel. Ia dan Patrick, asistennya, pun berangkat ke Jakarta untuk kemudian melanjutkan ke Flores. Sayang, sesuatu yang tidak direncanakan tiba-tiba terjadi. Lana mengandung anak Samuel.
Kehadiran seorang anak tidak pernah ada dalam rencana hidup Lana. Ia tidak ingin mengulangi nasib ibunya yang harus meninggalkan impiannya demi hidup berkeluarga. Dan terutama, Lana tahu Samuel juga berpikiran sama dengannya. Tapi, bagaimana dengan bayi yang sudah telanjur dikandungnya ini?
"Kenapa kau membenci pernikahan?"
"Pernikahan tidak adil bagi perempuan."
"Apa? Itu tidak benar,"
"Kau tahu itu benar. Menurutmu, berapa persen perempuan yang harus melepaskan pekerjaannya karena pernikahan? Kalian, para lelaki, tidak cuma memberi cincin. Pada saat bersamaan, kalian memberi peran ganda kepada perempuan, kepada kami."














