Pengarang: Jessi Kirby
Penerbit: Spring
Tahun Terbit: 2017
Halaman: 308
Parker Frost selalu menjadi anak penurut seumur hidupnya. Ia tidak pernah melanggar aturan, memiliki nilai yang baik di sekolah, tidak pernah pacaran, dan selalu menuruti perintah ibunya. Sahabatnya yang berbanding terbalik dengannya, Kat, selalu membujuk Parker untuk sedikit saja berani membangkang dan melakukan hal di luar dugaan, namun Parker selalu menolaknya karena ia selalu mempertimbangkan ibunya yang menjadi keras dan disiplin setelah bercerai dengan ayahnya. Walau Parker sendiri kerap merasa terkungkung, Parker memilih mengalah dan mengikuti rencana ibunya. Target hidup Parker kini adalah memenangkan beasiswa Cruz-Farnetti dan kuliah di Stanford agar ia dapat memiliki karir cemerlang, tidak seperti sang ayah yang hanya seorang penulis yang kurang sukses. Impiannya tinggal selangkah lagi tercapai, ketika ia menemukan jurnal milik Julianna Farnetti.
Julianna Farnetti dan Shane Cruz adalah pasangan emas SMA Summit Lakes yang meninggal dunia dalam kecelakaan mobil di tengah badai salju sepuluh tahun sebelumnya. Mayat keduanya hilang, diduga hanyut di sungai setelah mobil yang mereka tumpangi masuk jurang. Sampai saat ini, keduanya masih dikenang dan menjadi legenda kota. Beasiswa Cruz-Farnetti yang diikuti Parker merupakan program dari Yayasan Cruz yang dibentuk orang tua Shane Cruz untuk mengingat keduanya.
Jurnal Julianna Farnetti yang ditemukan Parker sebenarnya adalah bagian dari tugas Parker sebagai asisten Mr. Kinney, guru menulis SMA Summit Lakes. Setiap tahun, kelas senior SMA Summit Lakes yang mengikuti kelas menulis ditugasi Mr. Kinney untuk membuat jurnal guna menjawab satu pertanyaan penting: "Katakan, apa yang kalian rencanakan bagi satu-satunya hidup kalian yang liar dan berharga? -- Mary Oliver" dan setelahnya, jurnal itu akan dikembalikan ke sang guru untuk dikirim kembali ke masing-masing murid senior sepuluh tahun setelahnya. Tugas Parker adalah untuk mengeposkan setiap jurnal ke alamat yang tertera di database alumni. Karena penasaran, Parker pun akhirnya membaca jurnal tersebut diam-diam. Betapa kagetnya Parker ketika mendapati kalau jurnal itu berisi kisah mengejutkan tentang hubungan Julianna dan Shane yang ternyata tidak seperti yang orang-orang lain tahu. Dan terutama, bahwa Julianna dulu pernah merasakan apa yang kini dirasakan Parker: kehilangan arah.
Berbekal jurnal dan pengalaman hidup Julianna yang tertulis dalam jurnal itu, Parker kini berani menantang dirinya sendiri untuk menciptakan kenangan tak terlupakan di akhir masa SMA-nya... dan juga untuk menentukan impiannya sendiri.
Apa yang akan dilakukan Parker? Berhasilkah Parker mencapai tujuannya?







