Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Februari 2017

BBI Share The Love 2017 - Review Only Human + Giveaway

Teman-temaaan!!!! Rangkaian crossposting dalam rangka acara BBI Share The Love 2017 akhirnya mencapai hari terakhir. Terima kasih, Kitty, telah meramaikan blog Reading in the Morning!!! Semoga semakin banyak pembaca yang terpengaruh untuk baca genre misteri, dystopia, dan fantasi yang Kitty sukai yaaa.....

Sebagai posting terakhir, Kitty membagikan review komik scifi karya pengarang dalam negeri nih. Judulnya Only Human. Saya baru tahu ada komik ini lho ngomong-ngomong, dan saya kira ini komik Jepang!

Langsung aja baca review-nya ya. Dan di bawah, ada giveaway juga dari Kitty. Silakan ikuti tata caranya dan semoga beruntung!!!

~~@~~@~~@~~@~~

Judul : Only Human (vol.1)
Pengarang : Mukhlis Nur
Penerbit : Bentang Komik (imprint Bentang Pustaka)
Tahun Terbit : 2015
Halaman : 164
ISBN : 978-602-1383-59-9



BLURB


500 tahun setelah peradaban manusia musnah, di hadapan Dokter dan Yurika, seorang “manusia” lahir dan membawa perubahan bagi dunia baru...


Ini adalah kisah manusia yang berubah menjadi robot. Robot yang belajar menjadi manusia. Dan manusia terakhir yang hidup di antara para robot.

Bersiaplah untuk dunia yang tak pernah kau bayangkan sebelumnya.

******


SINOPSIS

Chapter 1 – Ely
Suatu ketika, sesosok automa (human cyborg) --yang biasa dipanggil Dokter-- menemukan sebuah Emergency Time Capsule di Lab 21. Kapsul ini biasa dipakai untuk menyimpan bahan penelitian dari masa lalu, dengan harapan agar bisa dipakai lagi setelah kondisi bumi stabil. Dengan bantuan Yurika, machina, Dokter pun berhasil membuka isi kapsul yang ternyata adalah seorang anak perempuan! Anak tersebut kelak diberi nama Ely, sesuai dengan label yang tertera pada bagian depan kapsul tempat ia ditemukan.

Penemuan ini tentu saja sangat mengejutkan karena pada masa tersebut, bisa dikatakan tidak ada lagi manusia murni seutuhnya! Sejak bumi menjadi sangat rusak, manusia berusaha menemukan berbagai cara untuk dapat tetap bertahan hidup, salah satunya adalah lewat Cyber Brain Project: proses pemindahan otak manusia kepada mesin! Itulah sebabnya kebanyakan manusia yang hidup saat itu tidak memiliki tubuh manusia seutuhnya, melainkan hasil kolaborasi dengan mesin.

Meskipun Ely tidak dapat mengingat siapa nama aslinya dan apa-apa tentang dirinya, ketika baru saja terbangun dari tidurnya, ia langsung memanggil Dokter dengan sebutan Professor dan mencari-cari mamanya. Hmmm... apakah Dokter punya hubungan dengan Ely di masa lampau?

Chapter 2- Taste

Karena Ely kelaparan, akhirnya Dokter dan Yurika pun berusaha mengajaknya mencari makan. Nah! Yang mengejutkan adalah, mereka ternyata menaiki Travelling Tree: hutan kecil yang dapat bergerak sendiri! Gak hanya itu saja, karena kondisi bumi sudah sangat rusak, mulai bermunculan juga The Backpackers, makhluk-makhluk nan aneh yang punya berbagai macam bentuk dan ukuran. Mereka hidup dengan menyerap zat dan partikel radioaktif.

Setelah menemukan berbagai jenis bahan makanan organic yang dirasa cukup aman untuk dikonsumsi manusia, sang Dokter yang dulunya hobi masak pun memasak makanan untuk Ely! Hasilnya di luar dugaan: baik Ely maupun Yurika langsung menandaskan makanan tersebut (tentunya dengan nambah beberapa kali)^^

Chapter 3 – Bravaga

Ketika sang Dokter mendapatkan panggilan pekerjaan, maka ia pun membawa serta Ely bersamanya da Yurika. Ternyata sebagian besar penghuni kota tersebut adalah builder dan mesin dengan AI (Artificial Intelligence) yang sudah berkembang. Nah di kota inilah Ely berkenalan dengan Ryouta; guardia yang merupakan musuh bebuyutan Yurika, dan Maria; machina yang lahir dari “mother” yang ada di pusat kota Bravaga.

Chapter 4 – Observer

Karena terlalu asyik sendiri, akhirnya Ely terpisah dari Dokter dan Yurika. Padahal kala itu, terasa sekali kalau ada beberapa pengintai yang mengekori mereka. Untungnya Ely bertemu dengan Mei; kapten sekaligus central control system dari space battleship bernama SEF-G5 Ganymedes.
Pada chapter ini banyak sekali diungkap sejarah keberadaan bumi yang sekarang, terutama sejak puncak perang bulan ke-2.

Chapter 5 – Guest

Professor Graham Acker akhirnya datang menemui Dokter untuk meminta kesediaan Dokter dan Ely agar ikut mereka. Rupanya keberadaan Ely begitu menarik perhatian sejak ia terbangun dari kapsulnya. Dan ia disebut-sebut memegang kunci masa depan manusia yang tersisa.
Akankah Dokter menuruti permintaan Professor Graham Acker dan menyerahkan Ely demi mewujudkan harapan manusia?

Kamis, 09 Februari 2017

Tambora Mengguncang Dunia

Judul: Tambora Mengguncang Dunia
Penulis: Ahmad Arif, Indira Permanasari, Amir Sodikin, Khaerul Anwar
Penerbit: Kompas Media Nusantara
Tahun Terbit: 2015
Halaman: 80
Harga: Rp. 5.000 (beli di obralan penerbit Kompas)


Kalau bicara soal gunung berapi yang mematikan di Indonesia, pasti semua orang tidak bisa tidak menyebut nama Tambora (selain Krakatau dan Merapi). Gunung yang letusannya pada tahun 1815 begitu dahsyat hingga menyebabkan bencana internasional ini juga menyebabkan daerah kerajaan yang tertutup debu setelahnya disebut Pompeii dari Timur--mengacu pada nama kota yang terkena letusan gunung api Vesuvius di zaman Romawi Kuno. Sayangnya, pengetahuan masyarakat Indonesia tentang gunung ini beserta sejarah kerajaan di sekitarnya sangat minim. Seingat saya, zaman sekolah dulu, peristiwa Tambora tidak pernah disebut-sebut dalam pelajaran geografi atau sejarah atau lainnya. Kenyataannya, bahkan masyarakat sekitar Tambora kini pun ternyata tidak memiliki sejarah tertulis yang akurat mengenai kejadian yang menimpa wilayah itu beberapa abad sebelumnya.

Pada tahun 2011- 2012, Tim Ekspedisi Cincin Api Kompas melakukan ekspedisi dan penggalian sumber sejarah lebih dalam mengenai gunung yang ternyata memiliki letusan sangat dahsyat--skala 7 dari 8 Volcanic Explosivity Index (VEI). Diakui oleh tim ekspedisi, literatur atau buku-buku mengenai Tambora dalam bahasa Indonesia sangat minim. Lebih banyak buku dan jurnal ilmiah dari luar negeri. Namun demikian, akhirnya pada tahun 2015, laporan ekspedisi tersebut berhasil dibukukan dan diterbitkan.

Selasa, 31 Januari 2017

Bajak Laut & Purnama Terakhir

Judul: Bajak Laut & Purnama Terakhir
Pengarang: Adhitya Mulya
Penerbit: Gagasmedia
Tahun Terbit: 2016
Halaman: 331
Harga: Rp. 75.000


Cerita bersetting abad 17, tepatnya 1667 setelah VOC di bawah Cornelis Speelman mengalahkan Sultan Hasanuddin di Gowa, Makassar. Pada waktu itu, terdapat satu kelompok bajak laut gagal bernama Kerapu Merah dengan kapten yang paling bodoh dan sok tahu bernama Jaka Kelana, yang setiap keputusannya didasarkan pada suara Dewa Ganteng. Kerapu Merah tidak pernah berhasil membajak satu kapal pun. Tentu sudah diduga sebabnya: kebodohan awak-awaknya. Kerapu Merah pun menjadi bahan ejekan di antara para bajak laut.

Berdasarkan nasehat dari bajak laut kawakan yang menjadi idola di seantero Sinciapo (maksudnya Singapura, merupakan daerah bebas hukum dan menjadi markas para bajak laut), Han Seng, Jaka akan mendapatkan ketenaran apabila ia berhasil merampok dan namanya tertera dalam poster buronan. Maka, Jaka pun menyusun rencana untuk merampok sebuah rumah Belanda yang mewah di Batavia. Siapa sangka, hasil rampokan Jaka ternyata merupakan catatan jurnal yang sangat berharga, yang berisi rahasia sejarah nusantara sejak zaman Majapahit berdiri! Catatan itu, bersama dengan sebilah keris, ternyata merupakan milik Cornelis Speelman, yang bermaksud mencari harta karun.

Jaka, yang tidak mengetahui isi barang rampasannya, panik dikejar-kejar pasukan VOC. Selain itu, seluruh warga Sinciapo pun ternyata mengincar nyawanya karena VOC telah mengeluarkan poster buronan atas Jaka dengan jumlah uang yang sangat besar. Di saat situasi kritis, muncul tiga orang pendekar menolong Jaka dan kelompok Kerapu Merahnya.

Ketiga pendekar adalah keturunan para arya sejak zaman pendirian kerajaan Majapahit. Mereka mengemban misi penting berkaitan dengan barang rampasan Kerapu Merah. Namun, mereka hampir tidak memiliki kekuatan untuk menyelesaikan misi tersebut. Alhasil, Jaka dan teman-temannya di Kerapu Merah pun membantu. Siapa sangka, petualangan membahayakan menanti mereka.

Bagaimana nasib Kerapu Merah selanjutnya?

Rabu, 25 Januari 2017

Andy Noya, Kisah Hidupku

Judul: Andi Noya, Kisah Hidupku
Penulis: Andy Noya, Robert Adhi KSP
Penerbit: Kompas
Tahun Terbit: 2015
Halaman: 418
Harga: Rp. 89.000


Orang-orang mengenal Andy Noya dari acara televisinya, Kick Andy, yang banyak mengangkat kisah orang-orang biasa di Indonesia yang ternyata memberikan dampak luar biasa terhadap lingkungan sekitarnya dan menginspirasi. Pembawaan Andy Noya sebagai pembawa acara terasa sangat pas karena caranya berbicara dan mengorek narasumbernya--yang terkadang kurang fasih berkomunikasi--terkesan akrab, sabar, dan humoris. Namun, Andy Noya selalu berhasil menggali informasi dari sang narasumber yang beraneka latar belakang dan sifat itu. Tak heran, jika Kick Andy menjadi acara yang sangat populer.

Apa yang membentuk Andy Noya menjadi dirinya saat ini? Tentu banyak orang yang ingin tahu. Dan lewat buku Andy Noya, Kisah Hidupku, Andy Noya menceritakan banyak hal mulai dari masa kanak-kanaknya hingga berkarir di dunia jurnalistik dan menjadi sukses lewat Kick Andy.

Senin, 02 Januari 2017

Randomness Inside My Head

Judul: Randomness Inside My Head
Pengarang: Rijo Tobing
Penerbit: indie
Tahun Terbit: 2016
Halaman: 124
Harga: Rp. 75.000 (Bisa dibeli di Gramedia, Periplus, Kinokuniya. Untuk online shop bisa di Gramedia.com -- ada diskon)


Randomness Inside My Head merupakan buku kumpulan cerpen berbahasa Inggris yang ditulis oleh pengarang Indonesia, Rijo Tobing. Ada 12 cerita pendek di dalamnya yang mengangkat berbagai topik. Ada masalah sosial seperti kisah Ali, the Beggar yang bercerita tentang rasa penasaran Ali, si Pengemis, untuk mengendarai motor dan akhirnya merasakan pengalaman singkat yang mendebarkan, lalu Take a Peek yang secara ide mirip kisah Ali, the Beggar namun dengan akhir yang berbeda. Ada pula kisah keluarga dalam A Short Break dan Missed You, Oppung, serta The Fire Exit yang bercerita mengenai problema kehidupan tiga orang karyawan kantor dengan benang merah tangga darurat gedung.

Untuk yang menginginkan kisah manis dengan bumbu romantis, ada Listened to My Mother dan Reunion. Ada juga kisah Better Be Single dan (One of Too) Many Girl Friends yang membahas tema yang bisa dibilang dekat dengan kehidupan sehari-hari: dilema menjomblo atau menikah. Tema kehilangan juga dibahas melalui cerita  Bid You Farewell dan Interlude

Kisah terakhir, Prince Charming, entah apa yang dipikirkan pengarang ketika menulisnya, kok malah membuat saya teringat dengan situasi keluarga mantan penguasa negeri ini. Seperti... doa? Haha. Saya tidak berani membahas lebih jauh deh.

Senin, 26 Desember 2016

Calla Sun

Judul: Calla Sun
Pengarang: Yuli Pritania
Penerbit: Grasindo
Tahun Terbit: 2014
Halaman: 241
Harga: Rp. 45.000 (Disc jadi Rp. 36.000 di bukabuku)


Calla adalah seorang gadis keturunan Irlandia dan Indonesia. Besar di Irlandia dan pindah ke New York setelah kematian orang tuanya, kini, Calla yang mungil dan cantik dengan rambut merah khas Irlandia dan wajah asianya pulang ke Indonesia untuk bertemu tunangannya, satu-satunya orang yang sebentar lagi akan dapat ia sebut keluarga.

Namanya Ian, dan ia sama sekali tidak suka dijodohkan oleh orang tuanya dengan Calla. Ian yang berkepribadian dingin ingin memilih cintanya sendiri, walau kini tampaknya cintanya itu tak mungkin lagi ia miliki. Ian mencintai Kiera, sahabat yang sebentar lagi akan menjadi ibu tiri Ian. Kedua orang tua Ian memang sudah bercerai, namun masih berteman baik. 

Telah lama Calla memendam rasa suka pada tunangan yang selama ini hanya bisa ia lihat fotonya dan dengar kabarnya dari jauh. Itulah sebabnya Calla, yang sebenarnya diwarisi harta yang lebih dari cukup dan telah memiliki karir yang bagus, memilih untuk kembali ke Indonesia. Berbeda dengan Ian yang justru sudah bertekad tidak akan mengacuhkan Calla. Di satu sisi, Calla, dengan dukungan penuh keluarga Ian, berusaha membuat Ian jatuh cinta padanya. Namun di sisi lain, Ian malah berusaha menjauhkan Calla dari hidupnya

Dengan segala kehebohan yang terjadi di apartemen mereka, bagaimana kisah hubungan Calla dan Ian selanjutnya? Berhasilkan Calla mendapatkan hati Ian?

Jumat, 02 Desember 2016

Chairil Anwar - Bagimu Negeri Menyediakan Api

Judul: Chairil Anwar - Bagimu Negeri Menyediakan Api
Penyusun: Tim Edisi Khusus Chairil Anwar (Tempo, 15 Agustus 2016)
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia
Tahun Terbit: 2016
Halaman: 152
Harga: Rp. 50.000 (Bukabuku Rp. 40.000)




Chairil Anwar biasa kita kenal dari pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah sebagai pengarang puisi perjuangan yang wajib kita hafal: Krawang-Bekasi, Diponegoro, Aku. Atau dari Ada Apa dengan Cinta. Hehe. Memang hebat pengaruh film AADC itu. Gara-gara film itu, buku Aku yang merupakan skenario film dari Syumanjaya pun diterbitkan ulang dan laris manis. Namun, berapa banyak yang mengetahui kisah hidup sastrawan terkenal ini dan kontribusinya yang lebih dari sekadar puisi-puisinya yang kita kenal itu?

Chairil Anwar - Bagimu Negeri Menyediakan Api merupakan liputan tim majalah Tempo dalam rangka menyambut hari kemerdekaan RI di tahun 2016. Sama seperti liputan khusus tokoh-tokoh lainnya (yang biasanya politikus dan negarawan--Chairil Anwar adalah yang pertama di luar kalangan itu), ada cerita mengenai berbagai sisi kehidupan sang tokoh dan juga pandangan dari orang-orang di sekitarnya.


Kamis, 04 Agustus 2016

Bacaan Liburan - Love Letter and Leuser

Judul: Love Letter and Leuser
Pengarang: Nonier
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2016
Halaman: 263
Harga: Rp. 54.000 (Bukabuku Rp. 43.200)


Laras sedang pusing dengan hidupnya. Setelah ayahnya bunuh diri karena terlilit utang yang cukup besar, Laras yang masih kuliah terpaksa bekerja banting tulang demi menghidupi ibunya yang sakit-sakitan dan adiknya yang masih SMA di Temanggung. Ketika Laras sedang membaca surat ayahnya di atap gedung tempat pengacara ayahnya berkantor, Radit, seorang pembuat film dokumenter yang kebetulan juga sedang berada di atap gedung, salah mengira Laras ingin bunuh diri. Ia pun menyelamatkan Laras. Sebenarnya, Laras hanya kurang sehat, bukannya ingin bunuh diri. Laras lalu pingsan dan ditolong Radit.

Pertemuan Laras dengan Radit selanjutnya terjadi tanpa direncana dan berturut-turut, seakan mereka berjodoh. Bahkan, ketika Laras mendapatkan tugas penelitian ke Taman Nasional Gunung Leuser pun Radit ada di sana untuk membuat film dokumenter. Lewat kebersamaan mereka di tempat terpencil itu, tanpa disadari, cinta tumbuh di hati Laras pada Radit yang dewasa dan perhatian pada Laras. Padahal saat itu Radit sudah punya pacar, Linda, yang sedang kuliah di Amsterdam, dan Laras sangat anti merusak hubungan orang.

Laras merasa cemburu setiap mendengar Radit yang suaranya selalu berubah manis ketika kekasihnya menelepon. Namun ia segera mengontrol diri dan mencoba menghapus perasaannya pada Radit. Sebenarnya, ada dua pria lagi di stasiun riset yang jelas-jelas menunjukkan ketertarikannya kepada Laras: Denny, teman kuliahnya, dan Bang Zay, petugas taman nasional yang sampai rela membeli durian setelah tahu kalau Laras penggemar durian. Keduanya mengetahui kondisi keluarga Laras dan siap membantu Laras meringankan beban finansial keluarganya. Akan lebih mudah seandainya Laras bisa jatuh cinta pada salah satunya.

Haruskah Laras melupakan Radit dan melabuhkan hatinya kepada lelaki lain? Haruskah Laras juga mengorbankan perasaannya demi keluarganya?

Senin, 25 Juli 2016

Bacaan Liburan - Always, Laila

Judul: Always, Laila
Pengarang: Andi Eriawan
Penerbit: Gagasmedia
Tahun Terbit: 2004 // 2013
Halaman: 239
Harga:Rp. 33.200 (Google Playbook)


Di ulang tahunnya yang ke-25, Laila menerima surat dari mantan kekasihnya, Pram. Sepucuk surat itu membuat hatinya resah dan pikirannya pun kembali ke masa lalunya yang tak pernah lepas dari Pram.

Laila pertama kali bertemu Pram yang berkepribadian unik saat masuk SMA. Pram yang kocak, yang sedikit nyeleneh, namun punya beribu cara untuk menyenangkan hati Laila. Setelah penembakan yang lumayan maksa, mereka pun berpacaran.

"Kamu kelihatan cantik banget dengan kebaya ini."
"Gombal!" tukas Laila sambil tersenyum malu. Kakinya menendang lemah kaki Pram. Jarang sekali Pram memuji. "Dari kapan kamu jadi tukang rayu? Tapi terima kasih..., kamu juga ganteng pake dasi itu, Phrameswara."
Setelah Laila memuji Pram, Pram menatap wajahnya dengan pandangan yang begitu hangat. Ia biarkan bibir lelaki itu berbisik tepat di telinganya. "Cuma kamu... yang bilang aku ganteng."
"Oh, ya?"
"Iya, orang-orang cuma bilang aku cakep, tampan, keren, manis, tapi cuma kamu yang bilang ganteng."

Laila pada dasarnya adalah perempuan cantik yang memiliki banyak penggemar. Begitu Laila masuk kuliah ke jurusan Teknik Penerbangan ITB, saingan Pram pun bertambah. Terutama dengan kemunculan Bubung, yang memiliki masa lalu dengan Laila. Bubung dengan frontal mengatakan ingin merebut Laila dari Pram, dan untuk pertama kalinya, Laila melihat Pram yang resah dan tidak percaya diri.

Bagaimana kisah Pram dan Laila kemudian? Apakah Bubung adalah penyebab putusnya hubungan Laila dan Pram?

Senin, 20 Juni 2016

Tanah Tabu

Judul: Tanah Tabu
Pengarang: Anindita S. Thayf
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2009 // ganti cover: 2015
Halaman: 189

Leksi adalah seorang anak perempuan berusia 7 tahun yang tinggal di Timika, Papua, bersama ibu dan neneknya, Mace Lisbeth dan Mama Anabel atau Mabel. Leksi sangat pintar dan kritis, berbeda dari kebanyakan teman sebayanya, terutama sahabatnya, Yosi, yang masih berpikir bahwa anak perempuan sebaiknya tidak bersekolah tinggi-tinggi dan segera menikah untuk memiliki anak. Leksi tidak pernah habis pikir kenapa Yosi mau menjadi perempuan seperti itu mengingat ibu Yosi yang selalu sibuk dan terlihat lelah dengan empat anaknya--dan akan melahirkan anak kelima--serta ayah Yosi yang gemar mabuk-mabukan dan ringan tangan. Leksi sendiri tumbuh tanpa sosok ayah.

Mabel, nenek Leksi, adalah seorang perempuan tua yang bijaksana. Walau keadaan ekonomi mereka pas-pasan, pengalaman hidup Mabel membuatnya berpandangan jauh ke depan. Ia memang menginginkan Leksi tumbuh mandiri dan kuat. Dulu, Mabel pernah sempat mencicipi dunia luar dan ilmu pengetahuan yang cukup tinggi. Namun, nasib memaksanya kembali menjalani hidup selayaknya gadis-gadis tradisional Papua. Ia tak ingin Leksi mengalami nasib yang sama dengannya.

Keseharian hidup Mabel, Mace Lisbeth, dan Leksi menggambarkan kondisi masyarakat Papua sehari-hari yang masih hidup terbelakang dengan kondisi ekonomi memprihatinkan dan selalu dijadikan mainan orang-orang pendatang yang merasa lebih pintar. Keberadaan perusahaan tambang besar yang tidak pernah menguntungkan mereka, dan janji-janji surga para politikus yang katanya akan membangun Papua apabila partainya menang pilkada. Pada puncaknya, Mabel marah dan memutuskan untuk melawan dengan suaranya. Namun, berhasilkah suara Mabel didengar?

Bagaimana kisah Mabel, Mace Lisbeth, dan Leksi selanjutnya?

Selasa, 12 April 2016

[ULANG TAHUN 5 BBI] Hari II : Surat untuk Ika Natassa

Dear Mbak Ika,

Dalam rangka merayakan ulang tahun Blogger Buku Indonesia (BBI) ke-5, kami ditugaskan untuk menulis surat terbuka untuk penulis favorit. Dan saya memilih Mbak.

I might not be your biggest fan, but I am a big fan of Critical Eleven. Hehehe.. 

Saya menyukai konsep berumah tangga yang Mbak angkat di novel Critical Eleven. Saya suka interaksi Ale dan Anya yang begitu natural, hidup, dan manis sebelum badai menerpa rumah tangga mereka. Dan saya lebih suka lagi bagaimana Ale menyikapi masalah rumah tangga mereka dan tidak lari melainkan terus berusaha menyelesaikannya. Iya sih, sikapnya Anya serius nyebelin banget, tapi saya bisa mengerti dan rasanya ikut sedih. Makanya, instead of bilang "Udah Le, tinggalin aja cewek dramarama kayak gitu", saya malah menyemangati Ale supaya nggak berhenti memperjuangkan Anya.


Jumat, 01 April 2016

Posting Bareng BBI: O

Judul: O
Pengarang: Eka Kurniawan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2016
Halaman: 470
Harga: Rp. 99.000



O resah. Kekasihnya hilang.

Semua bermula dari mimpi Entang Kosasih, seekor monyet di Rawa Kalong, untuk menjadi manusia. Ada legenda Armo Gundul yang dipercaya kaum monyet Rawa Kalong turun temurun, bahwa ia adalah monyet yang pertama berhasil menjadi manusia. Entang Kosasih ingin mengikuti jejak Armo Gundul. Namun bagaimana caranya, tak ada yang tahu. Sampai suatu hari Entang Kosasih terlibat duel bersenjata dengan seorang polisi, tertembak, dan tubuhnya tak pernah ditemukan.

O kini menjadi monyet topeng monyet. Hidupnya menderita, tapi ia menjalaninya dengan tabah. Ia percaya, cara menjadi manusia adalah dengan belajar menjalani hidup seperti manusia. Maka, dengan tekun ia belajar menari dan bertingkah seperti manusia, walau ia harus hidup dirantai, kadang lupa diberi makan dan dicambuk oleh pawangnya, Betalumur. Suatu hari ia melihat gambar Kaisar Dangdut, dan ia percaya bahwa Kaisar Dangdut adalah jelmaan Entang Kosasih. O percaya Entang Kosasih berhasil meraih mimpinya, seperti O juga selalu percaya pikiran-pikiran gila Entang Kosasih yang lain. Yang harus dilakukan O kini adalah menyusul Entang Kosasih dan membuat Entang Kosasih mencintainya kembali sebagai manusia.

Selama perjalanan O menyusul Entang Kosasih, O memiliki sahabat seekor anak anjing buduk bernama Kirik. Kirik selalu mempertanyakan kebodohan O yang tidak mau melarikan diri dari siksaan Betalumur dan percaya kalau ia bisa menjadi manusia. Awalnya O kesal dengan kehadiran Kirik, namun keduanya akhirnya bersahabat. Kirik sendiri sedang melarikan diri dari orang yang ingin membunuhnya, Rudi Gudel. Rudi Gudel ingin membalas kematian sahabatnya yang disebabkan oleh ibu Kirik, Wulandari. Sayang, Wulandari keburu mati dan Kirik kini diincar untuk menggantikannya.

Sobar adalah polisi yang berduel dengan Entang Kosasih dan menembak monyet itu. Monyet itu mencuri revolvernya dan menembak mati rekan kerjanya, Joni Simbolon. Tak pernah Sobar sangka, kepindahannya ke Rawa Kalong yang katanya membosankan justru membawa petaka. Padahal, yang ia inginkan adalah meninggalkan masa lalunya, di mana ia tak sengaja menembak mati calon anaknya sendiri.

Sabtu, 30 Januari 2016

Secret Santa: Cincin Separuh Hati + Tebak Riddle

Judul: Cincin Separuh Hati
Pengarang: Netty Virgiantini
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (Lini Amore)
Tahun Terbit: 2015
Halaman: 277
Harga: Rp. 58.000

Nilam cemas. Sebentar lagi ia akan reuni SMA. Acara yang seru, pastinya, seandainya saja Nilam tidak masih melajang di usia 35 tahun. Nilam membayangkan, pasti ia akan menjadi bulan-bulanan teman-temannya. Maka, ia pun nekat: meminjam cincin dari mantan pacar sepupu iparnya dan mengaku kalau ia sudah bertunangan. Cincin berbentuk separuh hati, dengan separuhnya lagi berada di cincin milik mantan pacar Kanti, sepupu iparnya.

Nama mantan pacar Kanti adalah Aryobimo. Maka, Nilam pun mengaku telah bertunangan dengan lelaki bernama Aryobimo. Siapa sangka, kemunculan Nilam dan kabar pertunangannya di reuni menyebabkan teman SMA-nya, Arum menjadi penasaran. Ia terus bertanya ke Nilam mengenai tunangan Nilam itu. Nilam sebal. Namun, kesebalannya itu menjadi jelas ketika berikutnya, lelaki bernama Aryobimo, yang ternyata suami Arum, datang ke kantor Nilam untuk meminta pertanggungjawaban Nilam. Karena pengakuan Nilam, Aryobimo kini digugat cerai oleh Arum, yang merasa dikhianati suaminya itu.

Kebohongan yang tadinya Nilam anggap sepele kini berbuntut panjang. Bagaimana kelanjutan kisah Nilam?

Selasa, 12 Januari 2016

Rindu yang Membawamu Pulang - Giveaway Winners!!

Hai teman-temaaan!!! Sudah pada penasaran nunggu pemenang buku Rindu yang Membawamu Pulang?

Setelah bacain jawaban teman-teman satu per satu dan bingung milihnya, saya dan Ario akhirnya sudah memilih dua pemenang nih. Semoga pemenangnya nanti bisa menikmati cerita Gun dan Ling seperti saya menikmati ceritanya ya.

Langsung aja, *JENGJENG!!* Ini dia yang beruntung:


Cahya Widyastutik
@cahyawid

dan

Nova Indah Putri Lubis
@n0v4ip

Selamattt!!!
Buat Cahya dan Nova, silakan e-mail ke martina.s.daruli@gmail.com dengan nama lengkap, alamat, dan nomor telepon yang bisa dihubungi untuk keperluan pengiriman hadiah.
Buat yang belum beruntung, maaf ya, bukunya cuma 2. Tapi serius deh, nggak rugi kalau kamu beli dan baca bukunya.

Terima kasih sudah mengikuti acara ini, teman-teman! Have a nice day!

Rabu, 06 Januari 2016

Rindu yang Membawamu Pulang - Interview + Giveaway

Selamat pagi!!!

Seperti yang saya bilang kemarin di sini, saya kali ini datang lagi untuk ngomongin buku Rindu yang Membawamu Pulang. Saya juga menyeret *kesannya jadi horor* pengarangnya ke sini nih untuk diwawancarai.

PLEASE WELCOME: ARIO SASONGKO!!!!!


Ario sudah siap membagikan cerita seputar penulisan buku Rindu yang Membawa Pulang ke teman-teman nih. Nah, ini dia hasil wawancara saya dengan Ario:

Halo, Ario, terima kasih atas waktunya dan selamat ya untuk terbitnya buku Rindu yang Membawamu Pulang! Pertama, ceritain dong sedikit tentang kamu. Sejak kapan kamu suka menulis? Apakah ada yang memengaruhi kamu untuk jadi penulis?

Sebenarnya aku tidak berasal dari keluarga yang dekat dengan seni. Satu-satunya orang yang punya minat seni adalah kakek dari ibuku. Saat remaja (1940an) ia bekerja di pelabuhan dan pernah membuat kelompok teater yang tiap sore pentas di geladak kapal. Kegiatan itu pula yang mempertemukan beliau dengan nenekku. (Nana: Wah! Romantis banget nih kakeknya Ario!)

Kupikir minat seni itu hanya menurun padaku. Sejak SD aku sudah punya ketertarikan pada cerita. Namun, saat itu aku menuangkannya dalam bentuk komik dengan gambar yang sangat jelek. Hobi itu berhenti saat aku kelas 1 SMP. Aku baru "belajar menulis" ketika semester awal kuliah. Saat itu seorang sahabat memperkenalkanku pada dunia sastra, dan mengajak membentuk kelompok cerpen kecil-kecilan. Anggotanya hanya sekitar 5 orang. Sejak itu aku tak pernah berhenti menulis, Pernah sih berhenti menulis, waktu kerja kantoran. Tapi akhirnya menulis lagi (rasanya bagian ini akan kujelaskan di bagian lain).


Selasa, 05 Januari 2016

Rindu yang Membawamu Pulang

Judul: Rindu yang Membawamu Pulang (Goodreads)
Pengarang: Ario Sasongko
Penerbit: Gagasmedia
Tahun Terbit: 2015
Halaman: 229
Harga: Rp. 56.000 (bisa beli di Republik Fiksi)



“Jika hari ini ia tak mengubah kebiasaannya, mana mungkin ia bisa melihat sepasang mata gadis Tionghoa itu di atas trem Kota Batavia, yang dengan segala kesukaran ia coba pandang di antara kepala para penumpang.”

Gun pertama kali bertemu Ling di atas trem; sekali-kalinya Gun memutuskan untuk membayar lebih mahal untuk naik gerbong kelas 2, hadiah indah inilah yang didapatnya. Pancaran keberanian dan semangat dari wajah Ling telah menggugah hati Gun. Maka, Gun pun dengan impulsif membuntuti Ling dan mendapati Ling berkunjung ke Toko Kereta Angin “Liem”. Demi mencari cara berkenalan dengan Ling, Gun meminjam kereta angin (sepeda) rusak milik teman sekantornya di Jawatan Pos, Telegraf dan Telepon sekaligus rekan gerakan kemerdekaannya, Masmun. Dari curi dengar percakapan Ling dengan Baba Liem, pemilik Toko Kereta Angin “Liem”, Ling akan datang lagi ke tempat itu keesokan harinya.

Perkenalan Gun dan Ling berlangsung canggung, terutama karena Ling, yang tumbuh besar di lingkungan masyarakat Tionghoa, tidak terbiasa berbaur dengan Bumiputra macam Gun. Namun Gun tidak menyerah dan dengan kemampuannya berbicara, ia berhasil memancing Ling untuk mengungkapkan pikirannya. Percakapan demi percakapan berlangsung. Gun dan Ling saling bertukar pikiran. Ling merasa bahwa kaum Tionghoa di Hindia Belanda tidak pernah mendapat tempat yang layak. Mereka ikut membangun Hindia Belanda tapi bahkan kedudukan pun lebih rendah daripada Jepang yang tidak berkontribusi apa-apa. Selain itu, para Bumiputra membenci Tionghoa yang dinilai sebagai antek Belanda. Ling ingin memajukan rakyat Tionghoa. Gun, yang tergabung dalam gerakan pemuda Betawi dan sedang merencanakan Kongres Pemuda (yang kemudian menerbitkan Sumpah Pemuda) merasa bahwa golongan Tionghoa sudah sepantasnya ikut berjuang bersama Bumiputra, karena mereka juga lahir dan tumbuh di Hindia Belanda. Bagi Gun, tidak ada yang harus dipisahkan antara Tionghoa dan Bumiputra, sama seperti ia dan Ling. Perbedaan etnis bukanlah penghalang untuk mencapai cita-cita bersama, yaitu merdeka di atas tanah kelahiran mereka sendiri.

"Aku tak benci pada kalian. Aku justru punya perasaan sedih. Kalianlah yang benci pada orang Tionghoa, Gun. Ini yang membuat kami urung membaur dengan kalian. Untuk apa membaur pada orang-orang yang punya pikiran jelek tentang kami? Barangkali kita ini memang beda."

"Aku tidak bisa menyetujui pikiranmu itu. Apa kau tak sadar? Lihat kita berdua ini, Ling. Aku Bumiputra dan kau Tionghoa. Kita bisa saling menerima pendapat."

"Kita ini beda, Gun. Kau dan aku. Kita ini bukanlah orang asing yang tukar pikiran. Coba kau suruh orang di pasar bicara begini. Kupikir tak ada yang sudi."
Namun memang, jurang perbedaan mereka sudah teramat besar. Pemikiran yang sudah tertanam secara mendarah daging begitu sulit diubah. Strategi adu domba penjajah sudah demikian mengakar di benak kedua golongan ini.

Berhasilkah Gun dan Ling meyakinkan golongannya masing-masing untuk bersatu mencapai cita-cita yang sama: kemerdekaan di tanah lahir mereka? Dan, bisakah mereka mempertahankan cinta mereka?

Jumat, 01 Januari 2016

Bertanam Sayuran Organik di Halaman Rumah

Judul: Bertanam Sayuran Organik di Halaman Rumah
Penyusun: Tetty Yulliawati
Penerbit: Agromedia
Tahun Terbit: 2015
Halaman: 70
Harga: Rp. 38.500 (di sini)

Biar pas, foto bukunya di halaman rumah, dengan pot pakchoy di belakang.

Ini adalah kali kedua saya mendapatkan buku tentang berkebun organik dari Agromedia. Yang pertama, judulnya Halaman Organik, saya review di sini. Buku itu saya baca sebelum saya mulai menanam sayur organik di rumah. Buku tersebut sangat membantu saya belajar dan saat ini, 9 bulan kemudian, saya sudah beberapa kali panen sayur-mayur di rumah. Ada bayam hijau, bayam merah, kailan, pakchoy. Walau belum sampai banyak banget hasilnya, lumayanlah, bisa dimakan sekeluarga sesekali. Hehe.

Sekarang, saya ditawarkan buku Bertanam Sayuran Organik di Halaman Rumah oleh penerbit yang sama lewat BBI (lagi). Wiih, asal bukunya ada kata "Sayuran" dan "Organik" saya sih nggak bakalan nolak. Jadi akhirnya, saya dapat deh bukunya.

Buku ini sebenarnya lebih simpel dari buku Halaman Organik yang saya baca sebelumnya. Buku ini lebih tipis dan harganya juga lebih murah. Isinya lebih cocok untuk pemula dan lebih memanjakan mata karena banyak gambar sayurannya yang cantik-cantik banget. Bikin pengin buru-buru nyoba nanem deh! Tapi bukan berarti ilmu yang didapat jadi kurang lho yaaa..

Senin, 28 Desember 2015

Baca Bareng BBI: Last Forever

Judul: Last Forever
Pengarang: Windry Ramadhina
Penerbit: Gagasmedia
Tahun terbit: 2015
Halaman: 377
Harga: Rp. 69.000 (diskon jadi Rp. 51.750 di bukabuku)


Lana Hart adalah wanita pencinta kebebasan. Ia sangat mencintai pekerjaannya sebagai produser film dokumenter di National Geographic dan kerap berjalan-jalan ke daerah-daerah eksotik dan terpencil untuk membuat film dokumenter. Ia berdomisili di Washington tapi merasa Indonesia adalah tempat singgah favoritnya. Indonesia, tempat Samuel Hardi berada.

Samuel Hardi adalah seorang genius di dunia perfilman dokumenter. Hanya dia yang bisa menghadapi Lana. Samuel Hardi juga memuja kebebasan seperti Lana dan enggan terikat dengan wanita. Sifatnya dingin dan sinis, tapi membuat Lana selalu ingin menggodanya. Lana selalu tinggal beberapa saat di tempat Samuel dan menghabiskan malam yang bergairah dengan Samuel.

Suatu hari, setelah persinggahannya yang terakhir, Lana mendapat tugas untuk membuat film dokumenter tentang Flores dan untuk itu, Lana harus bekerja sama dengan Hardi, studio milik Samuel. Ia dan Patrick, asistennya, pun berangkat ke Jakarta untuk kemudian melanjutkan ke Flores. Sayang, sesuatu yang tidak direncanakan tiba-tiba terjadi. Lana mengandung anak Samuel.

Kehadiran seorang anak tidak pernah ada dalam rencana hidup Lana. Ia tidak ingin mengulangi nasib ibunya yang harus meninggalkan impiannya demi hidup berkeluarga. Dan terutama, Lana tahu Samuel juga berpikiran sama dengannya. Tapi, bagaimana dengan bayi yang sudah telanjur dikandungnya ini?

"Kenapa kau membenci pernikahan?"
"Pernikahan tidak adil bagi perempuan."
"Apa? Itu tidak benar,"
"Kau tahu itu benar. Menurutmu, berapa persen perempuan yang harus melepaskan pekerjaannya karena pernikahan? Kalian, para lelaki, tidak cuma memberi cincin. Pada saat bersamaan, kalian memberi peran ganda kepada perempuan, kepada kami."


Senin, 21 September 2015

Lingkar Tanah Lingkar Air

Judul: Lingkar Tanah Lingkar Air
Pengarang: Ahmad Tohari
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2015 (diterbitkan pertama kali sebagai cerita bersambung di harian Republika tahun 1990
Halaman:165
Harga: Rp. 45.000 (Rp. 36.000 di bukabuku)


Amid adalah pejuang kemerdekaan Indonesia. Namun, tidak tergabung dalam tentara resmi Indonesia yang disebut tentara Republik. Pada tahun 1946, Amid berguru silat pada Kiai Ngumar ketika gurunya itu memanggilnya dan mengatakan kalau berjuang melawan tentara Belanda adalah wajib hukumnya bagi orang Islam. Maka Amid dan Kiram, temannya, pun bergabung membantu tentara Republik dengan nama barisan pemuda. Kiram tidak seperti Amid yang terpelajar dan kalem. Ia tidak puas hanya menjadi pembantu tentara. Ia ingin angkat senjata. Maka ia membujuk Amid untuk melakukan serangkaian tindakan heroik--bahkan sadis--demi mendapatkan "muka" dari tentara Republik.

Masalah mulai muncul ketika teman-teman seperjuangan Amid: Kiram, Jun, Jalal, dan Kang Suyud, merasa bahwa tentara Republik telah disusupi komunis. Mereka, sebagai orang-orang yang berjuang dalam jalur Islam, merasa tidak sejalan dengan tentara Republik. Maka mereka bergabung dengan tentara Hizbullah. Kebencian mereka akan tentara Republik semakin memuncak ketika mereka dijebak dan malah ditembaki ketika ada berita bahwa tentara Republik akan merekrut tentara Hizbullah. Amid, yang tadinya ingin segera hidup damai, jadi terpaksa bergabung dengan kelompok Darul Islam dan hidup sebagai musuh Republik.

Di tengah ketidakpastian nasib dan hidup bergerilya di hutan-hutan, Amid teringat akan istri dan calon anaknya. Impian Amid hanyalah hidup tenang bersama keluarganya. Dan apabila akhirnya harus berjuang pun, ia ingin menjadi bagian dari tentara Republik yang membela Indonesia di jalur yang resmi, bukan justru dicap pemberontak seperti ini. 


Minggu, 20 September 2015

Blog Tour Giveaway Winner - Tiga Sandera Terakhir

Tidak terasa satu minggu sudah berlalu dan blog tour Tiga Sandera Terakhir karya Brahmanto Anindito di blog ini sudah berakhir.



Ada yang ngikutin berita penyanderaan 2 WNI di Papua Nugini oleh OPM? Yang bikin heboh karena baik TNI maupun Kemenlu nggak mau jelasin apa barter yang penyandera minta? Dan bahwa pimpinan OPM bahkan nggak ngaku kalau mereka bertanggung jawab atas penyanderaan ini? MIRIP BANGET sama cerita Tiga Sandera Terakhir!!! Tapi syukur banget kedua sandera berhasil dibebaskan tentara Papua Nugini dan kembali dengan selamat. (baca beritanya di sini)

Saya sempat ngobrol sedikit dengan Mas Brahmanto di FB teman saya, Petronela Putri, yang juga pengarang novel, soal kasus ini. Duh, moga-moga, pelakunya bukan terinspirasi dari novel ini ya.

Aaaanyyywaaaayy....

Saat yang sudah ditunggu-tunggu. Pengumuman pemenang giveaway 1 buku Tiga Sandera Terakhir.

Setelah membaca semua jawaban dan memilih---serius, susah banget--saya memilih
Eka Sulistiana 
sebagai pemenang!!!!

Selamat yaa..

Silakan email ke martina.s.daruli@gmail.com dengan judul "Pemenang Tiga Sandera Terakhir" dan format sbb:
Nama:
Alamat Lengkap:
No Telp:
Pengiriman hadiah akan dilakukan oleh penerbit setelah rangkaian blog tour berakhir. Buat yang belum menang, jangan sedih. Namanya juga diundi. Hehe.. Bisa mencoba peruntungan lagi di blog Kang Opan, http://www.kandangbaca.com/

Good luck and have a nice weekend!!!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...