Kamis, 04 Agustus 2016

Bacaan Liburan - Love Letter and Leuser

Judul: Love Letter and Leuser
Pengarang: Nonier
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2016
Halaman: 263
Harga: Rp. 54.000 (Bukabuku Rp. 43.200)


Laras sedang pusing dengan hidupnya. Setelah ayahnya bunuh diri karena terlilit utang yang cukup besar, Laras yang masih kuliah terpaksa bekerja banting tulang demi menghidupi ibunya yang sakit-sakitan dan adiknya yang masih SMA di Temanggung. Ketika Laras sedang membaca surat ayahnya di atap gedung tempat pengacara ayahnya berkantor, Radit, seorang pembuat film dokumenter yang kebetulan juga sedang berada di atap gedung, salah mengira Laras ingin bunuh diri. Ia pun menyelamatkan Laras. Sebenarnya, Laras hanya kurang sehat, bukannya ingin bunuh diri. Laras lalu pingsan dan ditolong Radit.

Pertemuan Laras dengan Radit selanjutnya terjadi tanpa direncana dan berturut-turut, seakan mereka berjodoh. Bahkan, ketika Laras mendapatkan tugas penelitian ke Taman Nasional Gunung Leuser pun Radit ada di sana untuk membuat film dokumenter. Lewat kebersamaan mereka di tempat terpencil itu, tanpa disadari, cinta tumbuh di hati Laras pada Radit yang dewasa dan perhatian pada Laras. Padahal saat itu Radit sudah punya pacar, Linda, yang sedang kuliah di Amsterdam, dan Laras sangat anti merusak hubungan orang.

Laras merasa cemburu setiap mendengar Radit yang suaranya selalu berubah manis ketika kekasihnya menelepon. Namun ia segera mengontrol diri dan mencoba menghapus perasaannya pada Radit. Sebenarnya, ada dua pria lagi di stasiun riset yang jelas-jelas menunjukkan ketertarikannya kepada Laras: Denny, teman kuliahnya, dan Bang Zay, petugas taman nasional yang sampai rela membeli durian setelah tahu kalau Laras penggemar durian. Keduanya mengetahui kondisi keluarga Laras dan siap membantu Laras meringankan beban finansial keluarganya. Akan lebih mudah seandainya Laras bisa jatuh cinta pada salah satunya.

Haruskah Laras melupakan Radit dan melabuhkan hatinya kepada lelaki lain? Haruskah Laras juga mengorbankan perasaannya demi keluarganya?

Senin, 25 Juli 2016

Bacaan Liburan - Always, Laila

Judul: Always, Laila
Pengarang: Andi Eriawan
Penerbit: Gagasmedia
Tahun Terbit: 2004 // 2013
Halaman: 239
Harga:Rp. 33.200 (Google Playbook)


Di ulang tahunnya yang ke-25, Laila menerima surat dari mantan kekasihnya, Pram. Sepucuk surat itu membuat hatinya resah dan pikirannya pun kembali ke masa lalunya yang tak pernah lepas dari Pram.

Laila pertama kali bertemu Pram yang berkepribadian unik saat masuk SMA. Pram yang kocak, yang sedikit nyeleneh, namun punya beribu cara untuk menyenangkan hati Laila. Setelah penembakan yang lumayan maksa, mereka pun berpacaran.

"Kamu kelihatan cantik banget dengan kebaya ini."
"Gombal!" tukas Laila sambil tersenyum malu. Kakinya menendang lemah kaki Pram. Jarang sekali Pram memuji. "Dari kapan kamu jadi tukang rayu? Tapi terima kasih..., kamu juga ganteng pake dasi itu, Phrameswara."
Setelah Laila memuji Pram, Pram menatap wajahnya dengan pandangan yang begitu hangat. Ia biarkan bibir lelaki itu berbisik tepat di telinganya. "Cuma kamu... yang bilang aku ganteng."
"Oh, ya?"
"Iya, orang-orang cuma bilang aku cakep, tampan, keren, manis, tapi cuma kamu yang bilang ganteng."

Laila pada dasarnya adalah perempuan cantik yang memiliki banyak penggemar. Begitu Laila masuk kuliah ke jurusan Teknik Penerbangan ITB, saingan Pram pun bertambah. Terutama dengan kemunculan Bubung, yang memiliki masa lalu dengan Laila. Bubung dengan frontal mengatakan ingin merebut Laila dari Pram, dan untuk pertama kalinya, Laila melihat Pram yang resah dan tidak percaya diri.

Bagaimana kisah Pram dan Laila kemudian? Apakah Bubung adalah penyebab putusnya hubungan Laila dan Pram?

Kamis, 07 Juli 2016

POSBAR BBI JULI - Bacaan Liburan

Kembali lagi di Posbar BBI di mana tema bulan ini adalah #BBIHoliday dan saya akan membuat daftar bacaan untuk saya baca selama bulan Juli ini, terutama untuk dibaca selama liburan (di rumah) (dan bawa PR kantor segudang!).



Berhubung saya punya banyak timbunan (uhuk!), maka pilihan buku saya adalah dua buku ini, yang sudah cukup lama saya punya. Kenapa cuma dua? Karena... emm... sejujurnya, dari timbunan saya, yang belum saya baca sama sekali ya cuma itu. Sisanya udah pernah dibaca beberapa halaman, tapi gak mood lagi, trus saya balikin ke rak. Hahaha. Jadi saya sengaja memilih yang masih fresh gitu. Tapi nanti kalau ada waktu, saya juga mau coba baca kembali Oleander Girl-nya Chitra Banerjee Divakaruni deh. 



  1. Love Letter and Leuser -- Nonier
  2. Always Laila -- Andi Eriawan


Jadi, nantikan review saya untuk kedua buku ini ya!

Selamat merayakan hari Idul Fitri, teman-teman!!! Dan... selamat berlibur.

Rabu, 06 Juli 2016

Ke Mana Kau Pergi, Bernadette? + Giveaway

Judul: Ke Mana Kau Pergi, Bernadette?
Pengarang: Maria Semple
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2015 (asli 2012)
Halaman: 407
Harga: Rp. 80.000 (Rp. 64.000 di bukabuku.com)


Awalnya hanya rencana perjalanan ke Antartika, yang Bee minta sebagai hadiah kelulusan dengan nilai sempurnanya. Lalu, ibunya, Bernadette, menjadi heboh sendiri. Pasalnya, Bernadette bukan orang yang senang keluar rumah. Ia juga canggung berinteraksi dengan sesama orangtua murid dan tetangganya. Ia lalu menggunakan jasa asisten dunia maya dari India, Manjula Kapoor, untuk mengurus segala persiapan mereka--seperti yang biasanya Bernadette lakukan. Ia memang lebih nyaman meminta orang lain untuk berbelanja dan melakukan segala urusannya ketimbang melakukannya sendiri.

Lalu, tiba-tiba, Bernadette menghilang. Lenyap. Tak ada yang tahu dia ke mana, sampai Bee menerima setumpuk dokumen yang bisa menjadi petunjuk kepergian Bernadette. Lewat dokumen itu, segala rahasia Bernadette terungkap. Bernadette yang dulunya adalah arsitek genius, persinggungannya dengan mafia Rusia pembobol kartu kredit, sampai perselingkuhan Elgin Branch, suami Bernadette dan ayah Bee, dengan staf kantornya.

Hidup Bernadette sungguh berantakan. Jadi, ke mana dia pergi sebenarnya? Apakah dia akan kembali?

Senin, 20 Juni 2016

Tanah Tabu

Judul: Tanah Tabu
Pengarang: Anindita S. Thayf
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2009 // ganti cover: 2015
Halaman: 189

Leksi adalah seorang anak perempuan berusia 7 tahun yang tinggal di Timika, Papua, bersama ibu dan neneknya, Mace Lisbeth dan Mama Anabel atau Mabel. Leksi sangat pintar dan kritis, berbeda dari kebanyakan teman sebayanya, terutama sahabatnya, Yosi, yang masih berpikir bahwa anak perempuan sebaiknya tidak bersekolah tinggi-tinggi dan segera menikah untuk memiliki anak. Leksi tidak pernah habis pikir kenapa Yosi mau menjadi perempuan seperti itu mengingat ibu Yosi yang selalu sibuk dan terlihat lelah dengan empat anaknya--dan akan melahirkan anak kelima--serta ayah Yosi yang gemar mabuk-mabukan dan ringan tangan. Leksi sendiri tumbuh tanpa sosok ayah.

Mabel, nenek Leksi, adalah seorang perempuan tua yang bijaksana. Walau keadaan ekonomi mereka pas-pasan, pengalaman hidup Mabel membuatnya berpandangan jauh ke depan. Ia memang menginginkan Leksi tumbuh mandiri dan kuat. Dulu, Mabel pernah sempat mencicipi dunia luar dan ilmu pengetahuan yang cukup tinggi. Namun, nasib memaksanya kembali menjalani hidup selayaknya gadis-gadis tradisional Papua. Ia tak ingin Leksi mengalami nasib yang sama dengannya.

Keseharian hidup Mabel, Mace Lisbeth, dan Leksi menggambarkan kondisi masyarakat Papua sehari-hari yang masih hidup terbelakang dengan kondisi ekonomi memprihatinkan dan selalu dijadikan mainan orang-orang pendatang yang merasa lebih pintar. Keberadaan perusahaan tambang besar yang tidak pernah menguntungkan mereka, dan janji-janji surga para politikus yang katanya akan membangun Papua apabila partainya menang pilkada. Pada puncaknya, Mabel marah dan memutuskan untuk melawan dengan suaranya. Namun, berhasilkah suara Mabel didengar?

Bagaimana kisah Mabel, Mace Lisbeth, dan Leksi selanjutnya?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...