Tampilkan postingan dengan label pengarang: l. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengarang: l. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 April 2017

Reply 1997

Judul: Reply 1997
Pengarang: Lee Woo Jung (skenario) / Park Yi Jung (novel)
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2017
Halaman: 356


Cerita dimulai dari reuni SMA Gwangan Busan pada tahun 2012 di Seoul. Malam itu, 6 sekawan dari SMA Gwangan Busan, Shi Won, Yu Jeong, Yoon Je, Jun Hee, Seong Jae, dan Hak Chan dipertemukan kembali. Lalu, cerita mundur ke tahun 1997, di mana kisah keenam sahabat ini dimulai.

Tahun 1997 merupakan tahun munculnya K-idol, alias grup-grup vokal lelaki dan perempuan yang kemudian mendunia dan dikenal dengan nama Korean Wave atau Hallyu. Dalam dunia per-K-Pop-an, ini adalah masa lahirnya K-idol generasi pertama, dimulai dari H.O.T yang digawangi oleh Tony An, Kang Ta, Moon Hee Jun, Jang Woo Hyuk, dan Lee Jae Won. Selanjutnya, Sech Kies, S.E.S, Fin. KL dan banyak lagi bermunculan dan mendapatkan popularitas yang luar biasa di kalangan remaja, terutama perempuannya. Shi Won, yang waktu itu berumur 18 tahun, juga penggemar berat H.O.T dan kerap menonton idolanya itu baik secara langsung maupun lewat TV. Kegilaan Shi Won ini bahkan membuat kesal ayahnya karena Shi Won selalu berada di peringkat terakhir di kelas dan lebih rajin menulis surat kepada H.O.T ketimbang belajar. Yang ada di otak Shi Won hanya H.O.T dan Tony An!

Kelakuan Shi Won berbanding terbalik dengan tetangga sekaligus sahabat laki-lakinya sejak kecil, Yoon Je. Yoon Je yang yatim piatu dan hanya tinggal berdua dengan abangnya, Tae Woong, memiliki otak cemerlang. Ia juga menurut pada orang tua Shi Won. Tak heran, ayah Shi Won lebih menganggap Yoon Je sebagai anak kandungnya ketimbang Shi Won. Yoon Je diam-diam menyukai Shi Won. Sayang, ketika Yoon Je berniat mengungkapkan perasaannya kepada Shi Won, Shi Won malah tengah dekat dengan laki-laki murid pindahan yang agak feminin namun juga berotak cemerlang, Jun Hee. Yang Yoon Je tidak tahu, sebenarnya Shi Won dekat dengan Jun Hee karena Jun Hee tengah menyukai seseorang.

Seiring usia yang beranjak dewasa, kehidupan Shi Won, Yoon Jae, Jun Hee dan teman-teman dekat mereka, Yu Jeong (sahabat Shi Won), Hak Chan dan Seong Jae (sahabat Yoon Je) semakin rumit. Saling bertengkar, saling menyimpan rahasia, dan menjaga perasaan satu sama lain merupakan hal yang tak terelakkan. Namun demikian, masa depan sudah siap menyambut mereka dan masing-masing harus menempuh jalan yang berbeda untuk meraih cita-cita.

Di tahun 2012, masihkah hubungan mereka seindah dulu?

Penyair Amerika Henry David Thoreau pernah berkata, "Benda tidak berubah, kitalah yang berubah."
Usia delapan belas. Kita tumbuh dewasa dan berubah.
Kita harus menerima perubahan satu sama lain dan menghadapi kesulitan yang timbul selama proses pendewasaan.


Selasa, 30 Desember 2014

Dua Saudara

Judul: Dua Saudara
Pengarang: Jhumpa Lahiri
Penerbit: Bukukatta
Tahun terbit: 2014 (cerita terbit di The New Yorker 10 Juni 2013 dengan judul Brotherly Love
Halaman: 68
Harga: Rp. 15.000


Subhash dan Udayan adalah dua bersaudara yang sangat menyayangi satu sama lain. Walau memiliki sifat bertolak belakang, mereka saling menyayangi dan melindungi. Subhash, sang kakak, memiliki karakter kalem, penurut, dan tidak pernah membuat susah. Ia sangat pintar dan gemar belajar. Udayan selalu penasaran akan segala sesuatu. Buatnya, pelajaran yang ia terima di sekolah tak pernah cukup. Ia gemar bertualang dan selalu haus berita keadaan di luar lingkungannya. Jika Subhash meminta papan catur sebagai hadiah masuk universitas, Udayan meminta radio. Lewat radio itu, ia mendengar berita-berita mengenai perkembangan komunis.

Di tahun 1964, terjadi kerusuhan di India. Terjadi perang antara India dan Pakistan. Pemberontakan petani karena gerakan komunis juga terjadi. Situasi keamanan di India tidak menentu. Subhash yang melamar program Ph.D. di Amerika Serikat mengajak Udayan ikut pindah ke Amerika, namun Udayan menolak. Udayan percaya dirinya akan lebih berguna di India, mendukung revolusi yang sedang terjadi.

Di Amerika Serikat, Subhash hanya mengetahui kabar Udayan dan keluarganya berdasarkan surat Udayan. Terakhir, adiknya mengabarkan akan menikah dengan gadis yang dicintainya. Subhash merindukan Udayan dan India walau hidupnya di Amerika Serikat tentu lebih nyaman. 

Akankah Subhash berhasil kembali ke India dan bertemu adik kesayangannya?

Sabtu, 24 Mei 2014

White Fang

Judul: White Fang
Pengarang: Jack London
Penerbit: Gagasmedia
Tahun terbit: 2014
Halaman: 329
Harga: Rp. 49.000 (di Bukabuku Rp. 39.200)


White Fang adalah seekor serigala yang lahir dan tumbuh di alam liar Northland. Semasa hidup di alam liar, ia hanya mengenal dua serigala lain: Ibunya yang berbulu cokelat, dan ayahnya, One Eye, yang kemudian mati. Hidup sangat berat di alam liar karena pada masa itu, makanan sangat susah didapat. Empat saudara White Fang mati karena kelaparan.

Setelah lebih besar, White Fang dan ibunya berjalan mendekati kemah Indian, dan bertemu dengan majikan sang ibu. Ibu White Fang ternyata adalah peranakan serigala-anjing dan dulunya merupakan milik orang Indian bernama Grey Beaver. Karena ibunya segera patuh dengan panggilan Grey Beaver, maka White Fang pun ikut patuh dan keduanya menjadi piaraan Grey Beaver. Di kemah Indian, White Fang kerap di-bully oleh sekelompok anjing yang dipimpin oleh Lip-lip. Namun, White Fang adalah serigala yang kuat dan pintar. Dengan cepat, ia belajar berkelahi dengan efisien dan kelincahannya segera menjadi tiada tanding. Seluruh anjing, kecuali Lip-lip, tunduk padanya. Walau sudah hidup bersama manusia, pertarungannya dengan Lip-lip dan anjing-anjing lainnya membuat White Fang memilih untuk hidup sendiri, tidak dalam kawanan. Bahkan ketika menarik kereta salju, ia hanya mau di depan.

White Fang terpaksa berpisah dari Grey Beaver setelah Grey Beaver diperalat seorang kulit putih yang gila dan licik bernama Beauty Smith. Beauty Smith, yang melihat keganasan White Fang, berambisi memiliki serigala itu untuk kepuasannya. White Fang dikurung, dianiaya tanpa bisa melawan, dan dipaksa bertarung dengan anjing lain sebagai tontonan dan alat penghasil uang. White Fang semakin menambah kebenciannya pada anjing dan pada manusia. Namun demikian, darah anjingnya membuatnya tahu kalau ia harus selalu patuh pada dewa manusia yang memilikinya, tak peduli sebenci apapun dia pada dewa manusia itu.

Dalam satu pertarungan, White Fang kalah, namun ia diselamatkan oleh seorang dewa manusia kulit putih bernama Weedon Scott. Weedon Scott merawat White Fang dan memperkenalkan sesuatu yang baru pada hidup White Fang: cinta. White Fang tidak lagi mengenal tangan sebagai alat pukul melainkan untuk membelai dan menyayangi. Nalurinya yang setia membuat White Fang bertekad untuk mengabdi pada Weedon Scott dan menjaga apapun yang berharga bagi dewa manusianya. Suatu hari, Weedon Scott membawa White Fang pindah ke California yang panas, kembali ke keluarga Scott. Keadaan sangat berbeda di California ketimbang di Yukon, tempat lama White Fang. Kini ia harus menghadapi banyak dewa manusia beserta hewan-hewan ternak yang menggiurkan namun tak boleh dimakan. Selain itu, orang-orang menyangsikan kejinakan White Fang dan masih menganggapnya sebagai ancaman.

Apakah kali ini White Fang akhirnya berhasil mendapatkan tempat yang tepat? Bisakah seekor serigala liar menjadi jinak dan penuh kasih?

Minggu, 01 Desember 2013

Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah

Judul: Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah
Pengarang: Tere Liye
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2012
Halaman: 507
Harga: Rp 72.000 (di bukabuku Rp. 61.200)



Borno adalah pemuda berusia 22 tahun yang tinggal di tepi sungai Kapuas, Pontianak. Ia hanya tinggal berdua dengan ibunya karena ayahnya telah meninggal dunia tersengat ubur-ubur. Namun demikian, sampai akhir hayatnya sang ayah pun masih berbuat baik karena jantungnya didonorkan kepada pasien rumah sakit lain yang membutuhkan.

Hidup Borno luntang-lantung, kerjanya serabutan mulai dari kerja di pabrik karet yang bau sampai menjadi petugas tiket di dermaga pelampung, sebutan untuk kapal feri yang mengangkut penumpang menyeberangi sungai Kapuas. Pekerjaan Borno sebagai petugas tiket di dermaga pelampung menyulut amarah Bang Togar, pemimpin penarik kapal bermesin motor tempel alias sepit di sungai Kapuas. Menurut Bang Togar, perbuatan Borno selain memalukan leluhurnya yang juga penarik sepit, juga menghina penarik sepit lainnya. Gambar wajah Borno dilaminating dan dipasang di seluruh dermaga layaknya buronan jaman koboi dan ia dilarang naik sepit. Akhirnya, Borno berhenti bekerja dan mulai belajar menjadi penarik sepit dari Pak Tua, tetangganya yang bijaksana dan juga sangat dekat dengan Borno.

Di sepit yang menjadi sumber mata pencahariannya itu, suatu hari Borno berjumpa dengan gadis peranakan Cina berwajah sendu dan manis yang tak sengaja menjatuhkan amplop angpau merah di dasar sepit Borno. Borno yang terpikat langsung berusaha keras mencari si gadis, yang ternyata bernama Mei. Akhirnya ia bertemu Mei sedang membagikan angpau merah kepada seluruh pengemudi sepit. Kecewalah hati Borno, karena ternyata angpau merah yang ada di perahunya tidak berarti apa-apa. Namun demikian, perlahan tapi pasti, ia menjadi dekat dengan Mei.

Kehidupan terus berjalan seperti roda untuk Borno. Kadang ia berada di atas, kadang ia berada di bawah. Pertemanannya dengan Mei tidak semulus yang ia bayangkan. Mei bisa tiba-tiba menghilang, bisa tiba-tiba datang kembali. Dan Borno masih tidak bisa mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya kepada Mei. Pekerjaannya pun sama tidak pastinya. Setelah stabil dengan pekerjaannya sebagai pengemudi sepit dan sesekali membantu di bengkel ayah Andi, sahabat Borno, Borno malah diajak berkongsi untuk membuka bengkel besar di kota oleh ayah Andi. Sayang, ketika sudah menjual sepitnya untuk menambah modal membeli bengkel, Borno dan ayah Andi malah kena tipu.

Begitu banyak hal yang terjadi di kehidupan Borno. Namun susah atau senang, berkat nasihat-nasihat Pak Tua dan optimisme Borno dalam memandang hidup, Borno tidak menyerah. Ia selalu bersabar dan menunggu jawaban yang terbaik.

Bagaimanakah kisah Borno selanjutnya?

Senin, 31 Desember 2012

Shattered

Title:  Shattered
Author: Elizabeth Lee
Year Published: 2012
Price: E-Book USD 2.99 // Paperback USD 9.99 (Amazon) (Barnes & Noble)


Alyssa, Garrett, and Jesse once were best friends. Since her seventh grade, Alyssa had found the boys as her sanctuary from her strict mother and ignorant father. With them, Alyssa had very good times and also felt loved. Garrett was like her own big brother and Jesse... Although they fought a lot, Alyssa loved him more than friend. One day, she decided to confess her feeling to Jesse but the accident that happened after that soon changed their friendship forever.

Nine months later, Alyssa felt left alone and torn, since Garrett passed away and Jesse left her to Florida. Alyssa often blamed herself for Garrett's death. Alyssa then tried to use drugs and alcohol to forget her pain. She became wild and flirting with the town's notorious bad boy, Collin Smolder.

Jesse Vaughn finally came back to Harrington, realized that maybe his decision to leave Alyssa nine months ago was a mistake. He decided to confess his feeling to Alyssa. But what he found was not the same Alyssa as he used to know before.

Would Jesse be able to change Alyssa back to her true self? Would they finally be together?

Jumat, 09 November 2012

Rasa Cinta

Judul:  Rasa Cinta
Pengarang: Ariev Rahman, Roy Saputra, Dwika Putra, Anita Prabowo, Wandy Ghani, Dewi Subrata, Lolita Lavietha
Tahun Terbit: 2012
Jumlah Halaman: 272
Penerbit: Bukune
Harga: Rp. 45.000


Membuat review buku kumpulan cerpen itu... Susah. Apalagi yang jumlah ceritanya ada 37 seperti buku ini.  Eh, 37? Ya, 37. Banyak kan? Padahal jumlah halaman buku ini hanya 272. Jadi kesimpulan yang bisa ditarik, ceritanya pendek-pendek bangeeett.. Yang artinya.. Tambah susah lagi buat ngereviewnya. Jadi, biar enak, saya bikin point-point aja ya.

Isi buku ini:
  • Berupa cerita pendek, puisi, atau surat yang masing-masing menyebutkan satu jenis makanan atau minuman di dalamnya, yang bisa dikategorikan sebagai appetizer, main course, atau dessert.
  • Ada bermacam emosi di dalamnya. Ada sakit hati, ada kepasrahan, ada dendam, ada pengkhianatan, dan lain-lain yang semuanya disebabkan oleh cinta.
  • Karena pengarang ceritanya ada 7 orang, selain perbedaan emosi tadi, terdapat juga perbedaan gaya menulis. Ada yang tulisannya "nyeni" banget, ada yang "nyeleneh" banget.
  • Sebaiknya nggak dibaca pas lagi puasa karena bikin ngiler. Hehe

Pendapat saya setelah baca buku ini:
  • Unik, seru. Benar-benar suatu pengalaman baru.
  • Ada cerita yang benar-benar membuat saya surprised, ada juga yang klise banget.
  • Banyakan yang klisenya ketimbang yang bikin saya surprised.
  • Ada juga yang kreatif mengasosiasikan makanan dengan perasaan, dan isinya bisa cukup "dalem".
  • Selain jenis makanan dalam cerita, saya kurang nangkep apa bedanya isi cerita dalam appetizer, main course, dan dessert. Ada cerita yang maknanya cukup dalam yang menurut saya lebih cocok dimasukkan di bagian main course tapi karena pilihan makanannya hanya berupa camilan jadi masuk kategori appetizer dan ada pula yang sebaliknya. Apakah pengkategorian itu hanya semata dari jenis makanan dalam cerita?
  • Kesalahan tulisan berupa salah ketik dan pengulangan kata cukup banyak.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...