Judul: One Last Chance
Pengarang: Stephanie Zen
Tahun Terbit: 2012
Jumlah Halaman: 288
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Harga: Rp.45.000 (Rp. 38.250 di gramediaonline)
Adrienne Hanjaya punya talenta untuk mengubah patah hatinya menjadi novel best seller. Tiga novel telah ia telurkan dan semuanya adalah berdasarkan kisah nyata percintaannya yang berakhir tragis, dengan nama tokoh utama pria yang nyata pula! Prinsip Adrienne: Tak boleh ada patah hati yang tak menghasilkan royalti. Dahsyat banget kan?
Sayang, tokoh utama pria novel best seller Adrienne yang terakhir, Reasonable Love, yaitu Gerry Atmadinata, sepertinya tersinggung dengan ulah Adrienne. Ia merasa Adrienne telah mencemarkan nama baiknya dengan menulis tokoh Gerry sebagai cowok yang brengsek. Yep, setiap novel Adrienne selalu mengisahkan tokoh utama wanita yang disakiti pria dan berakhir dengan kebahagiaan bagi si wanita dan nelangsa bagi si pria. Adrienne sempat merasa gentar pada awalnya dengan ancaman Gerry karena Gerry bukan orang yang suka main-main dengan perkataannya. Namun ego lebih kuat dari logika. Adrienne malah semakin mempermalukan Gerry di muka umum.
Dalam satu baksos di daerah Tosari, dekat gunung Bromo, Adrienne bertemu dengan Danny, seorang calon dokter yang saat itu bertindak sebagai fotografer acara. Sosok Danny langsung menarik hati Adrienne karena ketampanan dan perilakunya yang baik.Danny pun ternyata juga tertarik dengan Adrienne. Pertemuan di Tosari berlanjut menjadi pertemuan-pertemuan di Surabaya dan keduanya menjadi dekat.
Sayang, tatkala Gerry menggugat Adrienne dengan tuduhan pencemaran nama baik, ulah Adrienne yang selalu memberikan nama tokoh utamanya berdasarkan orang yang nyata terkuak, Kini, bukan saja Adrienne harus menghadapi Gerry di pengadilan dan fans-fansnya yang merasa dibohongi, Adrienne juga harus menghadapi Danny yang sakit hati karena merasa dirinya hanya diperalat Adrienne untuk digunakan sebagai tokoh utama di novel Adrienne berikutnya. Padahal Adrienne sudah yakin sekali bahwa kisahnya dan Danny kali ini akan berakhir dengan happy ending.
Apa yang akan dilakukan Adrienne untuk menyelesaikan masalahnya? Berhasilkah Adrienne membuktikan pada Danny kalau lelaki itu bukan semata-mata objek penelitian novelnya?
