Pengarang: Retni SB
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2012
Halaman: 281
Harga: Rp. 43.000 (diskon jadi Rp. 36.550 di bukabuku.com)
Tita sedang dilanda kemalangan bertubi-tubi. Kasus korupsi yang menimpa papanya membuat keluarga Tita tercerai berai. Papa harus dipenjara selama 6 tahun, Mama menderita depresi dan harus dirawat di Cibubur. Adik semata wayang Tita, Nena, harus mengungsi ke Cirebon bersama Nenek dan melanjutkan sekolah di sana karena tak kuat menanggung malu di Jakarta. Tinggal Tita yang tertinggal di Jakarta dan mencoba untuk kuat demi mencegah keluarganya tercerai berai.
Serta merta keluarga Tita jatuh miskin. Denda 110 miliar rupiah yang harus dibayar Papa ditambah lagi tabungan yang diblokir membuat Tita harus pindah ke kos-kosan yang sederhana. Rumah disita, mobil disita. Belum lagi hutang renovasi rumah sebesar 97 juta rupiah yang harus dilunasi kepada Jodik, si arsitek jutek!
Untungnya, Tita masih punya Om Anton, adik Papa yang selalu membantu, juga Butet dan Sani, dua sahabatnya yang selalu cablak dan ceria, membuat Tita kadang bisa sedikit melupakan bebannya. Lalu ada pula Jodik. Lho kok si arsitek jutek itu disebut-sebut juga sih? Iya, karena Jodik tiba-tiba malah menawarkan Tita untuk bekerja padanya. Lumayan, mengingat selama ini Tita belum menerima panggilan sama sekali atas lamaran kerja yang dikirimkannya, walau ternyata kantor Jodik sangat jauh dari bayangan Tita.
Sayang, hubungan kerja Jodik-Tita tidak harmonis. Cowok bermulut silet ini benar-benar mengesalkan Tita. Untung di saat yang tepat, Tita bertemu dengan Dido, anak mantan bos Papa. Seharusnya, Tita sih kesal dengan Dido karena Papa kan masuk penjara sebagai tumbal ayah Dido. Namun, Dido begitu baik dan menawarkan Tita kerja di perusahaan developer miliknya yang mentereng, juga dengan iming-iming gaji yang besar. Jika mau membayar lunas hutang ke Jodik dan membantu pengobatan Mama, bekerja dengan Dido tentu pilihan yang lebih tepat.
Di saat Tita merasa hidupnya sudah kunjung membaik, lagi-lagi ia ditimpa kesialan. Ada saja cobaan yang datang. Namun, akhirnya Tita dapat melihat, siapa sebenarnya kawan sejatinya.
Apa yang akan terjadi dengan hidup Tita selanjutnya?










