Tampilkan postingan dengan label judul: t. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label judul: t. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Februari 2017

Tambora Mengguncang Dunia

Judul: Tambora Mengguncang Dunia
Penulis: Ahmad Arif, Indira Permanasari, Amir Sodikin, Khaerul Anwar
Penerbit: Kompas Media Nusantara
Tahun Terbit: 2015
Halaman: 80
Harga: Rp. 5.000 (beli di obralan penerbit Kompas)


Kalau bicara soal gunung berapi yang mematikan di Indonesia, pasti semua orang tidak bisa tidak menyebut nama Tambora (selain Krakatau dan Merapi). Gunung yang letusannya pada tahun 1815 begitu dahsyat hingga menyebabkan bencana internasional ini juga menyebabkan daerah kerajaan yang tertutup debu setelahnya disebut Pompeii dari Timur--mengacu pada nama kota yang terkena letusan gunung api Vesuvius di zaman Romawi Kuno. Sayangnya, pengetahuan masyarakat Indonesia tentang gunung ini beserta sejarah kerajaan di sekitarnya sangat minim. Seingat saya, zaman sekolah dulu, peristiwa Tambora tidak pernah disebut-sebut dalam pelajaran geografi atau sejarah atau lainnya. Kenyataannya, bahkan masyarakat sekitar Tambora kini pun ternyata tidak memiliki sejarah tertulis yang akurat mengenai kejadian yang menimpa wilayah itu beberapa abad sebelumnya.

Pada tahun 2011- 2012, Tim Ekspedisi Cincin Api Kompas melakukan ekspedisi dan penggalian sumber sejarah lebih dalam mengenai gunung yang ternyata memiliki letusan sangat dahsyat--skala 7 dari 8 Volcanic Explosivity Index (VEI). Diakui oleh tim ekspedisi, literatur atau buku-buku mengenai Tambora dalam bahasa Indonesia sangat minim. Lebih banyak buku dan jurnal ilmiah dari luar negeri. Namun demikian, akhirnya pada tahun 2015, laporan ekspedisi tersebut berhasil dibukukan dan diterbitkan.

Senin, 20 Juni 2016

Tanah Tabu

Judul: Tanah Tabu
Pengarang: Anindita S. Thayf
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2009 // ganti cover: 2015
Halaman: 189

Leksi adalah seorang anak perempuan berusia 7 tahun yang tinggal di Timika, Papua, bersama ibu dan neneknya, Mace Lisbeth dan Mama Anabel atau Mabel. Leksi sangat pintar dan kritis, berbeda dari kebanyakan teman sebayanya, terutama sahabatnya, Yosi, yang masih berpikir bahwa anak perempuan sebaiknya tidak bersekolah tinggi-tinggi dan segera menikah untuk memiliki anak. Leksi tidak pernah habis pikir kenapa Yosi mau menjadi perempuan seperti itu mengingat ibu Yosi yang selalu sibuk dan terlihat lelah dengan empat anaknya--dan akan melahirkan anak kelima--serta ayah Yosi yang gemar mabuk-mabukan dan ringan tangan. Leksi sendiri tumbuh tanpa sosok ayah.

Mabel, nenek Leksi, adalah seorang perempuan tua yang bijaksana. Walau keadaan ekonomi mereka pas-pasan, pengalaman hidup Mabel membuatnya berpandangan jauh ke depan. Ia memang menginginkan Leksi tumbuh mandiri dan kuat. Dulu, Mabel pernah sempat mencicipi dunia luar dan ilmu pengetahuan yang cukup tinggi. Namun, nasib memaksanya kembali menjalani hidup selayaknya gadis-gadis tradisional Papua. Ia tak ingin Leksi mengalami nasib yang sama dengannya.

Keseharian hidup Mabel, Mace Lisbeth, dan Leksi menggambarkan kondisi masyarakat Papua sehari-hari yang masih hidup terbelakang dengan kondisi ekonomi memprihatinkan dan selalu dijadikan mainan orang-orang pendatang yang merasa lebih pintar. Keberadaan perusahaan tambang besar yang tidak pernah menguntungkan mereka, dan janji-janji surga para politikus yang katanya akan membangun Papua apabila partainya menang pilkada. Pada puncaknya, Mabel marah dan memutuskan untuk melawan dengan suaranya. Namun, berhasilkah suara Mabel didengar?

Bagaimana kisah Mabel, Mace Lisbeth, dan Leksi selanjutnya?

Minggu, 20 September 2015

Blog Tour Giveaway Winner - Tiga Sandera Terakhir

Tidak terasa satu minggu sudah berlalu dan blog tour Tiga Sandera Terakhir karya Brahmanto Anindito di blog ini sudah berakhir.



Ada yang ngikutin berita penyanderaan 2 WNI di Papua Nugini oleh OPM? Yang bikin heboh karena baik TNI maupun Kemenlu nggak mau jelasin apa barter yang penyandera minta? Dan bahwa pimpinan OPM bahkan nggak ngaku kalau mereka bertanggung jawab atas penyanderaan ini? MIRIP BANGET sama cerita Tiga Sandera Terakhir!!! Tapi syukur banget kedua sandera berhasil dibebaskan tentara Papua Nugini dan kembali dengan selamat. (baca beritanya di sini)

Saya sempat ngobrol sedikit dengan Mas Brahmanto di FB teman saya, Petronela Putri, yang juga pengarang novel, soal kasus ini. Duh, moga-moga, pelakunya bukan terinspirasi dari novel ini ya.

Aaaanyyywaaaayy....

Saat yang sudah ditunggu-tunggu. Pengumuman pemenang giveaway 1 buku Tiga Sandera Terakhir.

Setelah membaca semua jawaban dan memilih---serius, susah banget--saya memilih
Eka Sulistiana 
sebagai pemenang!!!!

Selamat yaa..

Silakan email ke martina.s.daruli@gmail.com dengan judul "Pemenang Tiga Sandera Terakhir" dan format sbb:
Nama:
Alamat Lengkap:
No Telp:
Pengiriman hadiah akan dilakukan oleh penerbit setelah rangkaian blog tour berakhir. Buat yang belum menang, jangan sedih. Namanya juga diundi. Hehe.. Bisa mencoba peruntungan lagi di blog Kang Opan, http://www.kandangbaca.com/

Good luck and have a nice weekend!!!

Minggu, 13 September 2015

Blog Tour & Giveaway : Tiga Sandera Terakhir

Judul: Tiga Sandera Terakhir
Pengarang: Brahmanto Anindito
Penerbit: Noura Books
Tahun Terbit: 2015
ISBN: 978-602-0989-47-1
Halaman: 311
Harga: Rp. 62.000


Lima orang disandera di Papua: Ambo Rawallangi dan Ni Komang Ambarwati (Indonesia), Joanne Charvier dan Jerome Perrinet (Prancis), dan Roman White (Australia). Kelimanya diculik tentara Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Akilas dan Mikael, dan dibawa ke dalam hutan. Kolonel Inf. Larung Nusa dan pasukannya, Satuan 81/Penanggulangan Teror (Sat-81/Gultor) Kopassus ditugaskan membebaskan sandera. Larung Nusa sebenarnya dalam posisi sulit. Ia memiliki kemampuan, namun banyak orang meragukannya karena ia juga adalah menantu menteri pertahanan. Ini adalah misi pertamanya sebagai komandan satuan (Dansat) Gultor sekaligus pembuktian dirinya. Jadi, ia harus berhasil dengan gemilang dalam misi ini.

Sejak awal, penyandera tidak berminat berdamai. Buat mereka, kemerdekaan Papua Barat adalah harga mati. Sudah begitu lama Republik Indonesia memanfaatkan dan menguras kekayaan alam Papua, tanpa memedulikan kesejahteraan rakyatnya. Larung Nusa, yang tadinya ingin mengambil jalan damai, yaitu dengan negosiasi, terpaksa turun ke hutan sejak para OPM mengirim salah satu sandera dalam keadaan tak bernyawa. Tak boleh ada lagi sandera yang kehilangan nyawa!

Namun, kabar yang datang berikutnya sungguh mengejutkan: OPM menyatakan tidak bertanggung jawab atas penyanderaan tersebut. Dan berikutnya, Larung Nusa mendapati bahwa penyanderaan itu hanyalah awal dari sebuah konspirasi yang lebih besar, dengan pemain yang lebih berkuasa dan gila dibanding para OPM penyandera tersebut.  

Siapa dalang di balik drama penyanderaan ini dan apa tujuannya sebenarnya? Berhasilkah Larung Nusa menggagalkan rencana berbahaya tersebut?

Kamis, 24 Juli 2014

To All The Boys I've Loved Before

Judul: To All The Boys I've Loved Before
Pengarang: Jenny Han
Penerbit: Simon and Schuster
Tahun Terbit: 2014
Harga: Rp. 169.000 di Books & Beyond // Rp. 130.000 di Periplus


(Buku berbahasa Inggris, review dibuat dalam Bahasa Indonesia karena dalam rangka Baca Bareng BBI)
Lara Jean Covey adalah anak kedua dari tiga bersaudara Covey. Ia memiliki kakak perempuan yang akan kuliah di Skotlandia, Margot, dan adik yang masih SD, Kitty. Bertiga, mereka lebih suka dipanggil Song Girls, mengikuti nama keluarga mendiang ibu mereka yang keturunan Korea. Karena telah ditinggal sang ibu sejak kecil, Margot bertindak sebagai ibu bagi kedua adiknya. Ia sangat disiplin dan selalu mempersiapkan segala kebutuhan ayah dan adik-adiknya. Margot yang sempurna adalah panutan bagi kedua adiknya. Namun kini, dengan perginya Margot ke Skotlandia, Lara Jean harus mengambil alih peran Margot.

Margot memiliki pacar yang tinggal di sebelah rumah mereka, Josh, yang juga sangat dekat dengan Song GIrls. Tanpa saudara-saudaranya ketahui, Lara Jean sebenarnya juga memendam perasaan suka kepada Josh, malah sebenarnya ia yang terlebih dahulu menyukai lelaki itu dibanding kakaknya. Lara Jean memiliki kebiasaan menulis surat kepada lelaki yang ia sukai dan menyimpannya. Isi surat itu sebenarnya bukanlah surat cinta, namun lebih ke surat penutup bahwa ia tidak lagi menyukai lelaki tersebut. Ketika Margot dan Josh berpacaran, Lara Jean memutuskan untuk menulis surat untuk Josh, sebagai penutup perasaannya kepada Josh. Sebelum pergi ke Skotlandia, Margot memutuskan hubungan dengan Josh.

Kehidupan setelah kepergian Margot sangatlah berat bagi si anak tengah Lara Jean yang selalu gugup dan kurang percaya diri. Ia canggung dalam menyetir mobil, ia tidak pandai memasak, dan adiknya kerap melawannya. Seakan siksaan terhadap Lara Jean masih kurang, tiba-tiba ia mendapati surat-surat yang ia biasa tulis untuk lelaki yang pernah ia sukai terkirim kepada setiap lelaki tersebut--termasuk Josh.

Akankah Josh mengetahui perasaan Lara Jean kepadanya? Bagaimana nasib Lara Jean selanjutnya?

Minggu, 03 November 2013

Tokyo : Falling

Judul: Tokyo : Falling
Pengarang : Sefryana Khairil
Tahun Terbit: 2013
Penerbit: Gagasmedia
Halaman: 337
Harga: Rp. 53.000 (di bukabuku Rp. 42.400)

Baca Tokyo ditemani segelas Ice Hazelnut Latte Grande

Thalia dan Tora adalah dua orang senasib yang terdampar di Tokyo. Keduanya sama-sama datang ke Tokyo untuk liputan. Keduanya sama-sama datang ke Tokyo untuk menemukan jawaban atas kisah cinta masing-masing yang sepertinya belum selesai. Dan keduanya dipertemukan saat tak sengaja Tora menyenggol Thalia sehingga menyebabkan lensa kamera gadis itu terjatuh dan retak.

Mencari lensa telephoto seperti yang dimiliki Thalia sangat sulit. Dan tidak mungkin Thalia menunggu sampai lensanya diperbaiki di Tokyo. Ia punya jadwal liputan yang padat. Maka, Tora pun menawarkan solusi: mereka bergantian memakai lensa telephoto milik Tora. Dan itu berarti mereka harus menghabiskan waktu di Tokyo bersama-sama.

Kebersamaan yang terpaksa dilewati Thalia dan Tora tidak hanya diwarnai dengan kunjungan-kunjungan ke tempat-tempat yang menjadi tujuan liputan mereka, namun juga diwarnai oleh kisah cinta masing-masing yang belum usai: Thalia dengan Dean, si mantan pacar yang sepertinya masih memberi harapan untuk rujuk kembali, sedangkan Tora dengan Hana, si gadis blasteran Jepang yang tiba-tiba memutuskan hubungan dan kini tersiar kabar kalau ia akan menikah. Perlahan-lahan, Thalia dan Tora saling mengenal dan saling menghibur. Dan pada akhirnya, menimbulkan rasa saling membutuhkan di antara keduanya.

Mungkinkah Tokyo menjadi tempat bagi Thalia dan Tora untuk melupakan masa lalu dan mulai melangkah ke depan?

Minggu, 08 September 2013

The Truth about Forever

Title: The Truth about Forever
Author: Sarah Dessen
Publisher: Penguin Group
Year Published: 2004
Pages: 374
Price: USD 9.71 at The Book Depository





After her father's death, Macy lived her life focus on her study. Having a boyfriend who was smart and excelled in everything he did, Macy thought she had already got what needed to reach her goal. But one summer, her boyfriend, Jason, left her for the Brain Camp and asked Macy do his job at the library. Too bad, everyone in the library seemed like hating Macy. When Macy told about it to Jason, he unexpectedly asked Macy for a temporary break.

Heartbroken, Macy spontaneously joined Wish Catering, a catering that served one of her mother's party. There she met Delia, the owner, sisters Kristy and Monica, and brothers Bert and Wes. Doing a job in Wish Catering brought new ambiance to Macy. Her quiet and peaceful life soon changed to unpredictable and full of surprises life. And the most important of all, she finally found an opportunity to move on from her silent grieve after her father's death.

Sabtu, 08 Juni 2013

Things I Can't Forget

Title: Things I Can't Forget (Hundred Oaks #3)
Author: Miranda Kenneally
Publisher: Sourcebooks Fire
Year Published: 2013
Pages: 308
Price: USD 10.35 at Book Depository



Meet our main character, Kate. She was a very devoted Christian and always did everything right. One day, she helped her friend, Emily, getting abortion and after that Kate felt so sinned and guilty.

On a summer after she had graduated high school, Kate joined Cumberland Creek camp as an art class instructor. There she met  a lot of new friends, and also some old ones. There was Will Whitfield, the boy she had a crush on at school, but sadly Will was accompanied by his girlfriend, Parker (from Stealing Parker!!). And Matt, a hot and handsome lifeguard who happened to be the same person as a geeky boy who loved to play guitar and was bullied at the same camp, a couple of years ago. And also, a boy whom Kate had shared her first kiss with.

After what had happened to Emily, Kate had always thought that love could be a dangerous thing. It could drive you crazy and do sins, so that Kate always put a distance with her fellow instructors. But Matt seemed to want to be with her and Kate couldn't deny her heart that she also wanted to be with Matt.

But what if her relationship with Matt would lead to another sin she knew she won't forget for the rest of her life?

Minggu, 12 Mei 2013

Twisted Perfection

Title: Twisted Perfection (Perfection #1)
Author: Abbi Glines
Year Published: 2013
Format: Ebook
Price: USD 3.99 (Purchased via Smashwords)



This is the story about Woods Kerrington, my favourite character in Fallen Too Far. Yes, I don't like Fallen Too Far but Woods was able to steal my attention there and I really am so glad that he can have his own story and maann... This is so sexy! I love him being involved in some hot and steamy love story!!

Basically the story is about Woods, an heir to the Kerrington family who owned a country club at Rosemary Beach. He'd had never seriously in love with a girl, although he sure had played with girls a lot. Until he found Della Sloane. Della was in the middle of her road trip when she and Woods met at the gas station. Their encounter then followed by a hot and unforgetable one-night-stand.

Della knew that she would never be able to forget Woods after that night but she also knew that she probably would only meet Woods once in her lifetime. She needed to have a road trip to help her recover from her trauma caused by her mentally ill mother. After some incident with the owner of the bar she was working at, Della was sent to Rosemary by her friend, Tripp, to work with his friend who owned the country club there.

In Rosemary, Woods met Della again. But now, he was engaged to Angelina, the girl his family had chosen, and Della was his employee. But how could Woods resist Della when he'd already known her addictive taste?

------------------- ### -------------------


Sabtu, 13 April 2013

Through To You

Title: Through To You
Author: Emily Hainsworth
Pages: 264
Publisher: Simon & Schuster
Year Published : 2012
Price:  USD 8.51 via The Book Depository



What if parallel world really exist?


In the world where Camden Pike lives, his life is a mess. He had lost his popularity after an accident happened at the football field made him limp and leave the football team. He also had lost his girlfriend, Viv, in a car accident. His parents are already separating and his mother seems to be drowned in her work. There is nothing left in Cam's life.

One day, a strange girl named Nina appears and acts like she knows Cam. It turns out that Nina comes from another version of Cam's world. There is a dimensional gate open near Viv's shrine. In Nina's world, Cam and Nina are best friends, while in Cam's world he doesn't even know Nina at all, and Viv is still alive. Cam is curious to see what it is like to be in Nina's world, and how it feels to be able to be together with Viv again so that he decides to cross the gate to Nina's world.

Will Cam be able to find his Viv? Will they be able to be together again despite the different dimension they are living in?


Kamis, 21 Juni 2012

This Lullaby

Judul buku: This Lullaby
Pengarang: Sarah Dessen
Tahun terbit: 2012
Jumlah halaman: 454 halaman
Penerbit: Elex Media Komputindo
Harga: Rp. 62.800


Remy tidak percaya cinta. Ia memang kerap berpacaran dengan banyak lelaki, terutama yang memiliki tampang dan sifat nyaris sempurna, namun itu dilakukan Remy hanya untuk memutuskan mereka. Untuk menunjukkan kalau ia bisa menaklukkan semua lelaki itu. Hal ini karena Remy tidak mempercayai cinta. Hidup hanya dengan kenangan ayah dalam bentuk lagu berjudul This Lullaby (Ayah Remy seorang pemusik. Ia tidak menikah dengan ibu Remy dan meninggalkan ibu Remy, Remy, dan Chris, kakak Remy, ketika Remy masih kecil lalu meninggal dunia) dan memiliki ibu yang selalu mengalami kegagalan pernikahan, Remy merasa cinta itu tidak ada. Remy kemudian tumbuh menjadi gadis yang perfeksionis, mandiri, dan keras. Untuknya, lelaki hanya untuk selingan dikala liburan musim panas.

Di musim panas selepas lulus SMA, sebelum Remy berangkat kuliah ke Stanford, Remy bertemu Dexter, lelaki ceking vokalis band yang sedang singgah di kota Remy selama musim panas itu. Pertemuan mereka selalu terjadi di saat-saat tak terduga dan Remy akhirnya berpacaran dengan Dexter. Dexter sungguh jauh dari tipe pria yang biasanya dikencani Remy. Dexter bertubuh kurus dan selebor. Tali sepatunya selalu lepas. Jalannya menabrak-nabrak. Ia bahkan tidak tahu cara mencuci baju. Normalnya, Remy tidak akan mau bersama lelaki seperti Dexter karena ia hanya mau lelaki yang sempurna. Namun, ia merasa nyaman bersama Dexter yang cenderung bertingkah spontan namun baik hati. Remy selalu mengingatkan dirinya bahwa Dexter hanyalah selingan musim panasnya. Ketika liburan musim panas semakin mendekati akhirnya, Remy harus memutuskan Dexter, sama seperti Remy memutuskan lelaki-lelaki sebelum Dexter.

Namun apakah keputusan Remy kali ini tepat? Apakah Dexter hanya sekedar pacar musim panasnya saja? Apakah Remy akhirnya akan menemukan cinta sejati?

Minggu, 25 Maret 2012

To Catch a Prince

Title: To Catch a Prince & The Frog Prince
Author: Gillian McKnight
Year Published: 2006
Pages: 422
Publisher: Simon & Schuster
Price: Rp. 99.000 (Times Bookstore)





As I've promised, a review in English for English books.

This book consists of two stories: To Catch a Prince and The Frog Prince, all about the summer holidays of two stepsisters, Helene Masterson and Alexis Worth (MasterWorth sisters). To Catch a Prince told the story when the girls were 16 years old and went to London, England for their holiday and The Frog Prince took the set of one year later, in Paris, France.

Helene and Alexis had been stepsisters for 8 years since Helene's mother married Alexis' father. Both were very different, but managed to be good stepsisters and friends.
Helene wasn't gorgeous like Alexis, but she sparkled. Her hair ran in messy curls down her back. She was as punk-rock as Alexis was preppy. While Alexis wore cashmere sweaters and Juicy jeans with pointed boots, Helene wore combat boots with vintage dresses. While Alexis had added the most perfect tritonal highlights to her black-as-night hair, Helene managed to turn the tub, the dog, and a swatch of her tawny hair a bright, bubblegum pink. (page 6)

The other difference was that Helene was always the brain and loved history and art so much whether Alexis was always the fashionable one. Helene loved to go to museum whether Alexis really loved to shop.

To Catch a Prince

When the MasterWorth sisters were 16, Helene got an internship on National Gallery London and the sisters flew to London. Alexis, who had planned to shop in London but later got a cool internship on British Vogue, found out that besides of the internship, her sister also planned to meet Prince William, the boy of her dream. Somehow, Alexis and Helene then were on a bet to get Prince William's heart. As they slowly operate their plan, they also met two best buddies, Laszlo and Simon, who were an Eton students, the same school as Prince William. The girls then used the boys to get closer to the prince, without any clue that the boys were really fallen in love with them and would be hurt as soon as they knew they were getting used.

The Frog Prince

One year had passed since their adventure in London and now Helene missed Laszlo (who suddenly M.I.A by not replying Helene's emails) so much when Alexis hated herself so much for being so "shallow", as she coincidentally heard her father saying so to her stepmother. Alexis then learned Zen-Buddhism to calm her feeling. One day, two telegrams came. One from Helene's father who lived in Paris with his new wife, an actress named Margot Morganne, invited Helene to have a summer holiday in Paris. One from Alexis' mother, invited her to join her mother on a cruise in Greece. Both made the girls anxious especially Helene, who felt that she wouldn't be able to get along with her new stepmom. Alexis then gave Helene a mission, to catch Parisian Prince, Daniel D'Artois, an heir of the famous French fashion line, Vedette.
Just one day after Helene went to Paris, Alexis got another telegram, saying that her mom canceled the trip. With broken feeling, she also went to Paris to meet Helene.
Helene's feeling was so miserable when she met her new stepmom. Margot always looked at her like she was an alien and she hated her so much. Helene thought that Alexis' arrival would make her holiday fun but then she found out that Alexis clicked so much with her stepmother and soon, Margot gave Alexis an internship in Vedette, which means Alexis tried to sabotage her prince-to-be-catch again (after Prince William). The girls then had a fight.


Minggu, 18 Maret 2012

Ti Amo, Tia Amoria

Judul buku: Ti Amo, Tia Amoria
Pengarang: Karla M. Nashar
Tahun terbit: 2011
Jumlah halaman: 344 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama



Tia Amoria, seorang ibu tunggal yang pindah ke Bali karena tuntutan pekerjaan, bertemu dengan seorang pria aneh dan terkesan seperti gelandangan di airport. Siapa sangka, pria aneh itu adalah tetangga satu bungalownya di Frangie, resort tempat Tia bekerja di Bali. Namanya Marco Dante, arsitek sekaligus pemilik resort itu. Awalnya Tia merasa ngeri terhadap Marco karena setiap pertemuan Tia dengan lelaki itu selalu menimbulkan kesalahpahaman. Namun ketika Alila, anak Tia yang berusia 3 tahun, malah cepat akrab dengan Marco, Tia pun akhirnya bisa belajar mengenal Marco dan tahu kalau lelaki itu ternyata tidak seperti bayangannya.

Tia dan Marco sama-sama menyimpan luka lama. Ibu dan kakak Tia sama-sama meninggal karena dikecewakan laki-laki, membuat Tia berjanji tidak akan mau tunduk pada laki-laki dalam hidupnya, apalagi laki-laki Italia yang merupakan kebangsaan laki-laki yang telah menyakiti ibu dan kakaknya. Marco pernah batal menikah karena tunangannya direbut laki-laki lain di Italia. Pertemuan mereka secara terus menerus lama kelamaan menimbulkan cinta di hati Marco dan Tia, namun bayang-bayang masa lalu selalu mengganggu mereka. Berhasilkan Tia dan Marco sama-sama melangkah meninggalkan masa lalu dan bersama-sama meraih masa depan mereka?


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...