Pengarang: Dahlia Adler
Penerbit: Spencer Hill Contemporary
Halaman: 280
Harga: Rp. 180.000 (Opentrolley)
Bahasa: Inggris
Vanessa Park merasa kesepian semenjak sahabatnya, Ally, melanjutkan kuliah ke New York. Ia juga semakin didesak oleh orangtua Korea-nya untuk berhenti menjalani "hobi" beraktingnya dan mulai serius memikirkan masa depan. Padahal, buat Van, akting adalah segalanya. Ia menyukai dunia gemerlap Hollywood dan pencapaiannya sebagai bintang muda berdarah Asia yang berhasil menjadi tokoh utama di serial hit Daylight Falls tentu bukanlah main-main. Namun demikian, dalam dunia hiburan, segala hal bisa berubah dengan cepat. Setelah Daylight Falls berakhir, akankah ada masa depan bagi karir Van?
Josh Chester adalah musuh bebuyutan Vanessa. Walau dia adalah sahabat Liam, kekasih Ally, dan juga klien Ally sebelum Ally pergi kuliah, Van tidak pernah tahan berbicara dengan cowok kelewat PD yang bermulut kasar dan selalu memanggilnya "K-Drama" itu. Namun, siapa yang tahu, ternyata Josh dilanda masalah yang sama dengan Van. Josh yang sedang kekurangan pekerjaan dipaksa ibunya yang juga artis untuk ikut serta dalam reality show yang menurut Josh konyol. Jika tidak, ibunya mengancam akan mengambil alih mansion Josh di Malibu. Selain itu, Josh dilanda iri hati pada sahabatnya, Liam, yang selalu tampil sederhana namun selalu banjir pekerjaan. Hidup Liam dengan pekerjaan yang keren dan pacar yang keren juga terlihat begitu sempurna. Walau akhirnya Josh bisa ikutan berperan di Daylight Falls guna menutupi kekosongan yang ditinggalkan Liam karena syuting film perang, Josh masih merasa inferior dibanding sahabatnya itu.
Vanessa lalu bertemu Brianna, anak sekaligus intern dari publisisnya, Jade. Brianna kini ditugaskan mengurusi Vanessa. Brianna cantik dan berani, namun, yang mengejutkan Van, ada getar-getar aneh dalam dadanya setiap saat ia bertemu Brianna. Sesuatu yang bahkan belum pernah ia rasakan pada pacarnya yang juga seorang idola, Zander. Dan keadaan menjadi rumit ketika Brianna mengaku kalau ia biseksual dan tertarik pada Van. Seakan masalah hidupnya belum rumit, kini masalah percintaan dan orientasi seksual pun menghantuinya.
Josh tidak menyangka kalau di antara semua orang di dekatnya, hanya Vanessa yang bisa diajak bicara. Perlahan-lahan, ia merasa tertarik dengan cewek mungil itu. Dan ketertarikannya pada Van bukan semata-mata karena dorongan seksual. Ia nyaman dengan keberadaan Vanessa di sekitarnya. Apakah akhirnya Josh jatuh cinta?
Bagaimana nasib Vanessa dan Josh selanjutnya?








