Tampilkan postingan dengan label travelling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label travelling. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Februari 2015

Ocean Melody

Judul: Ocean Melody
Pengarang: Gemala Hanafiah
Penerbit: Gagasmedia
Tahun Terbit: 2014
Halaman: 273
Harga: Rp. 53.000 (di Bukabuku lagi ada promo Imlek)


Ocean Melody merupakan sebuah buku non-fiksi inspirational mengenai perjalanan seorang Gemala Hanafiah--atau Al--mulai saat mengenal selancar atau surfing sampai akhirnya menjadi seorang surfer profesional. Selain cerita, ada pula tips surfing yang akan memudahkanmu mengerti istilah-istilah buku ini dan berguna kalau kamu tertarik belajar surfing dan ilustrasi-ilustrasi lucu juga, yang bakal membantu kamu menikmati buku ini, seandainya kamu ragu baca buku ini karena takut bingung sendiri--seperti yang saya rasakan sebelum mulai baca buku ini :)

Surfing juga mempertemukan Al dengan pekerjaan sebagai host acara petualangan di sebuah stasiun TV nasional. Dengan menjadi host, Al dapat menjelajahi Indonesia dan mencari ombak-ombak seksi yang terletak di daerah-daerah yang sulit diakses oleh masyarakat umum. Dari Nias sampai Rote, Al menjajal ombaknya. Menjadi seorang surfer di Indonesia tidak semudah yang dibayangkan. Walau Indonesia memiliki ombak-ombak kelas dunia yang diincar surfer-surfer luar negeri, akses menuju ke sana sangat terbatas, begitu pula penginapan yang layak. Malah ada satu tempat di mana masyarakat lokal justru tidak boleh menikmati ombaknya karena hanya tamu di suatu resort-lah yang bisa menikmatinya dan tarif resort itu sangat mahal dan hanya terjangkau oleh bule-bule. Di buku ini, Al menceritakan pengalamannnya dalam menuju titik-titik selancar tersebut. Namun demikian, segalanya terbayar ketika ombak yang cantik telah ada di depan mata dan berhasil ditunggangi.

Selain bicara soal tempat-tempat selancar dan berbagi tips, Al juga berbagi kisah pertemanannya dengan surfer wanita Indonesia lainnya, yang kerap ia temui di kompetisi dan berujung pertemanan yang seru. Ada Yasnyiar Gea alias Bonne, surfer asal Nias, ada pula Salini Rengganis, surfer muda asal Pacitan, dan juga banyak lagi.  Banyak juga pelajaran yang Al petik selama surfing, bahwa surfing adalah pelajaran yang tak akan ada habisnya; setiap ombak yang akan ditunggangi harus terlebih dahulu dipelajari, baik oleh pemula maupun pro sekali pun. Selain itu, kejujuran dan mengerti batas kemampuan diri sendiri merupakan pengaman yang paling mujarab dalam melakukan olahraga ini.

Rabu, 30 April 2014

Bangkok, The Journal

Judul: Bangkok, The Journal
Pengarang: Moemoe Rizal
Penerbit: Gagasmedia
Tahun terbit: 2013
Halaman: 435
Harga: Rp. 57.000 (bukabuku.com Rp. 48.450)



Buku ini sebetulnya merupakan salah satu hadiah UnforgotTen Gagasmedia tahun lalu, dan sebetulnya lagi, bukannya saya nggak niat baca di antara 9 buku lainnya sehingga review-nya telat banget. Cuma, buku ini keburu dipinjam teman kantor sebelum saya baca dan baru balik akhir Januari lalu. Eeeh, pas banget dengan tema baca BBI bulan ini yang tentang travelling. Jadi ya sudah.. nunggu momen deh buat bacanya.

Bangkok, The Journal bercerita mengenai Edvan, seorang arsitek muda yang kaya raya dan bisa dibilang memiliki segalanya. Sayangnya, hubungannya dengan ibu dan adik laki-lakinya, Edvin, tidak baik. Sudah bertahun-tahun Edvan tidak pulang dari Singapura, tempat tinggalnya, ke Bandung, karena marah dengan ibunya yang memiliki jalan pikiran yang berbeda dengannya dan adiknya yang kemayu. Sampai suatu hari Edvan mendapat kabar kalau ibunya sudah meninggal dunia dan meninggalkan surat wasiat untuknya.

Pertemuan kembali Edvan dengan adiknya, Edvin, sungguh mengejutkan karena kini Edvin sudah berubah jenis kelamin menjadi wanita dan namanya sudah berganti menjadi Edvina. Ya, Edvin adalah seorang transgender. Ajaibnya, wajahnya menjadi sangat mirip dengan ibu mereka, Artika. Edvin menyampaikan sepotong kalender bertahun 1980 yang di baliknya terdapat pesan Artika. Ternyata, itu adalah lembar terakhir dari 7 jurnal yang disebar Artika pada tahun 1980 di Bangkok, Thailand. Edvan harus mencari enam jurnal sebelumnya. Itulah wasiat Artika untuk Edvan.

Edvan akhirnya pergi ke Bangkok ditemani Edvin, yang akan ke Pattaya untuk mengikuti Miss International Queen, kontes kecantikan waria. Atas rekomendasi seorang pramugari pesawat yang dinaikinya, Edvan lalu berkenalan dengan Charm, seorang wanita lokal yang dulu pernah bersekolah di Indonesia dan mantan pramugari Indonesia Airbridge. Charm bertugas menemani Edvan berkeliling Bangkok mencari jurnal Artika.

Perjalanan mencari jurnal membawa Edvan memasuki pelosok-pelosok kota Bangkok, dimulai dari kawasan pecinan Sampan Tawong, Grand Palace, Wat Pho, sampai akhirnya ke Pattaya. Pencarian jurnal tidak selalu mudah, malah ada kalanya Edvan menghabiskan waktu cukup lama untuk menemukan satu jurnal. Namun, semakin lama menghabiskan waktu di Bangkok, semakin Edvan banyak belajar untuk berdamai dengan masa lalunya. Selain itu, rasanya ia telah jatuh cinta dengan Charm.

Bagaimana petualangan Edvan selanjutnya? Harta karun apa yang ada di balik jurnal sang Ibu?


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...