Pengarang: Okky Madasari
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2013
Halaman: 323
Harga: Rp. 55.000 (jadi Rp. 44.000 di bukabuku)
Pasung Jiwa menceritakan kisah dua teman, Sasana atau Sasa dan Jaka Wani atau Cak Jek, yang sama-sama ingin hidup bebas namun pada kenyataannya selalu terkungkung oleh nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.
Sasana tumbuh di keluarga yang berkecukupan. Ayahnya pengacara, ibunya dokter bedah. Sejak kecil ia berlatih piano, namun jatuh cinta pada musik dangdut yang dibenci orang tuanya. Selain itu, Sasana selalu merasa terperangkap di tubuh yang salah. Ia seharusnya terlahir sebagai wanita, seperti adiknya yang cantik, Melati. Nasib membawanya menjadi penyanyi keliling dalam busana perempuan, yang memiliki nama panggung Sasa, bersama alunan gitar Cak Jek di kota Malang. Berbagai kejadian yang traumatis menimpa Sasa dan membuatnya mempertanyakan, mungkinkah kebebasan tubuh dan pikiran bisa ia dapatkan?
Jaka Wani alias Cak Jek pada mulanya adalah seniman jalanan yang mengagungkan hidup bebas. Mencari uang dengan cara yang ia suka, hanya untuk makan dan kebutuhannya sehari-hari. Bersama Sasa, ia memiliki impian suatu hari akan terkenal sebagai seniman. Suatu insiden membuatnya ditangkap dan berakhir dengan pelarian diri di kota Batam. Di Batam, ia bekerja sebagai buruh pabrik, namun kerinduannya akan kebebasan membuatnya dikejar-kejar dan kembali melarikan diri ke Jakarta. Di sana, ia bertemu sebuah laskar berbaju putih yang menghalalkan kekerasan dengan dalih agama. Jaka Wani kini menjadi Jaka Baru dan siap menghancurkan apa pun yang dinilai menodai agama. Namun, benarkah hal itu yang diinginkan hati nuraninya?
