Jumat, 25 Juli 2014

Wonder

Judul: Wonder
Pengarang: R.J. Palacio
Penerbit: Atria
Tahun Terbit: 2012
Halaman: 430
Harga: Rp. 49.900 (Bukabuku Rp. 42.415)


August Pullman adalah seorang anak yang lahir dengan kelainan Mandibulofacial Dysostosis. Wajahnya mengalami kelainan sehingga di usianya yang ke-10, Auggie sudah harus menjalani 27 kali operasi rekonstruksi wajah. Namun demikian, tetap saja wajahnya berbeda dari anak lain sebayanya. Fungsi mulutnya juga tidak seperti orang normal. Auggie harus menerima perlakuan khusus dari kedua orangtuanya. Kakaknya, Via, juga menyayanginya. Auggie harus menjalani sekolah di rumah.

Sampai pada saat menginjak kelas 5 SD, ibunya memasukkan Auggie ke sekolah biasa. Auggie dinilai sudah cukup kuat untuk menjalani hidup selayaknya anak-anak normal. Walau awalnya menolak, akhirnya Auggie setuju untuk sekolah. 

Tidak mudah menjalani hari-hari di sekolah bersama anak-anak normal lainnya. Semua anak menganggap Auggie aneh dan membawa wabah. Semua menghindarinya, kecuali Jack Will, Charlotte, dan Summer. Bullying dan sikap permusuhan dirasakan oleh Auggie, juga retaknya persahabatannya dengan Jack Will. Namun demikian, Auggie merupakan anak yang kuat. Selain itu, Auggie juga cukup pintar dan humoris. Permusuhan semakin kuat ketika Julian, teman sekelas Auggie yang jahat, membuat kubu untuk memusuhi Auggie.

Berhasilkah Auggie melalui masa kelas 5-nya di sekolah normal? Akankah Auggie diterima oleh teman-temannya?

Wonder merupakan kisah yang menyentuh dan juga sarat pembelajaran mengenai bagaimana menerima suatu keadaan, baik keadaan diri sendiri maupun keadaan orang lain. Melalui Auggie, pembaca dapat belajar bahwa menjadi "berbeda" dan memiliki kekurangan secara fisik dibanding orang lain memang merupakan hal berat, namun bukan berarti tidak dapat diatasi. Memang jalan yang harus dilewati Auggie untuk bisa mandiri dan menjalani hidup normal lebih berat daripada teman-teman seusianya yang sehat, namun bukan berarti tidak dapat dijalani. Auggie merupakan anak yang humoris, pintar, dan bertekad kuat. Selain itu, ia juga pemaaf dan berhati luas. Ada kalanya ia merasa rendah diri dengan kondisinya, namun dengan cepat ia dapat kembali ceria dan otimis. Selain itu, pembaca dapat belajar dari orang-orang di sekitar Auggie tentang bagaimana menerima keberadaan orang-orang seperti Auggie atau orang-orang lainnya yang memiliki kelainan baik secara fisik maupun psikis. Keluarga Auggie adalah orang-orang yang secara ikhlas dan penuh kasih sayang menerima Auggie. Mereka memenuhi kebutuhan Auggie dan mendukungnya, namun tidak membuatnya manja. Lewat keluarga Auggie, pembaca dapat belajar bahwa inilah seharusnya yang kita lakukan apabila menghadapi anggota keluarga yang mungkin memiliki kekurangan, baik secara fisik maupun mental.

Reaksi berbeda muncul dari teman-teman Auggie, mencerminkan orang-orang yang baru pertama kali berhadapan dengan orang lain yang tidak seperti mereka. Reaksi mereka terasa kasar, namun mencerminkan kepolosan anak-anak. Seringkali, orang dewasa juga berlaku seperti ini. Walau mungkin dari luar terlihat wajar, dalam hati merasa kasihan, jijik, atau ingin menjauhi. Namun begitu, lewat teman-teman Auggie pembaca juga dapat belajar bahwa melihat dan mempelajari sesuatu yang berbeda tidaklah sesulit dan semenakutkan yang dibayangkan.

Dalam kehidupan nyata, kisah Wonder sangatlah aplikatif, baik apakah pembaca berada di posisi Auggie, di posisi keluarganya, atau di posisi temannya. Wonder mengajarkan pembaca untuk menerima perbedaan secara terbuka dan menganggap perbedaan sebagai sesuatu yang istimewa, bukannya harus dijauhi atau disingkirkan.

Review ini ditulis dalam rangka Baca Bareng BBI bulan Juli dengan tema Sicklit.


6 komentar:

  1. buku ini masih ada di timbunanku nihhh...mau baca tapi tiap kali teralihkan yang lain terus.. padahal semua orang bilang bagus XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cukup lama di timbunanku juga. Makanya pas ada tema Sicklit langsung comot deh. Halamannya sampe kuning gitu. hahaha

      Hapus
  2. Yang bagian kakaknya Auggie itu yang kerasa banget emosinya. Antara kakak dan seorang remaja wanita biasa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Yang bagian Miranda juga. hehe

      Hapus
  3. sudah lama sering lihat buku ini di toko buku, tapi baru setelah baca review mbak Nana jadi penasaran pingin baca. hehe :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini ceritanya nggak sedih koook, malah asyik. Auggie itu anak yang menyenangkan. Hehe. Baca deh.

      Hapus

Berikan pendapatmu mengenai post yang kamu baca di sini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...