Sabtu, 25 Februari 2012

The Hopeless Romantic's Handbook (Panduan untuk si Romantis Kronis)

Judul buku: The Hopeless Romantic's Handbook (Panduan untuk si Romantis Kronis)
Pengarang: Gemma Townley
Tahun terbit: 2007/2011 (Indonesia)
Jumlah halaman: 421 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Harga beli: Gratis (hadiah Resensi Pilihan Gramedia)


Romantis Kronis

Kate Hetherington selalu percaya bahwa suatu saat lelaki yang tampan, sempurna, dan mencintainya akan menghampirinya dan ia akan jatuh cinta setengah mati pada lelaki itu. Kepercayaan yang selalu ditertawakan oleh dua sahabatnya, Sal dan Tom. Sal sudah menikah dengan Ed. Hidupnya selalu penuh perencanaan yang matang dan ia bangga akan itu. Untuknya, pria seperti mimpi Kate itu terlalu muluk. Tom, di lain pihak, adalah seorang dokter bedah sibuk yang setiap hari harus berhubungan dengan kematian pasiennya. Ia pun telah ditinggal ibu kandungnya sejak kecil. Tom tidak percaya cinta karena ia terlalu takut kehilangan. Itulah alasan kenapa Tom selalu sinis dan mencela Kate.
Pada usianya yang hampir 30 tahun, tiba-tiba Kate menemukan buku "Panduan Cinta untuk si Romantis Kronis" di internet yang menawarkan panduan menemukan cinta yang bergaransi uang kembali apabila tidak berhasil. Kate lalu membelinya dan secara ajaib, hidup Kate berubah! Ia bertemu Joe, seorang pelayan bar sekaligus aktor dari Amerika yang sedang mencoba peruntungannya di Inggris, dan berkencan dengan Joe. Berkat mengikuti saran buku itu, hubungannya dengan Joe semakin hangat. Sayang, karena haus publisitas, Joe akhirnya meninggalkan Kate dan berpacaran dengan Penny Pennington, artis yang kariernya mulai redup dan juga pembawa acara di sebuah acara televisi semacam "Bedah Rumah" dimana Kate menjadi dekoratornya. Bersamaan dengan itu, Kate juga dipecat dari pekerjaannya karena fitnah Penny.
Hidup Sal ternyata tidak sesempurna ceritanya. Ia tengah menghadapi masalah. Suaminya, Ed, sangat sibuk bekerja dan tidak lagi mempedulikannya. Sementara itu, teman sekantornya, Jim, mendekatinya. Sal menghadapi dilema.
Tom, yang ternyata diam-diam mencintai Kate, kesal setengah mati ketika mendengar Kate yakin kalau Joe adalah jodohnya. Sayang, ia tidak tahu harus berbuat apa karena ia takut kehilangan Kate kalau mengakui perasaannya kepada Kate dan malah berakhir di tempat tidur dengan perawat di rumah sakitnya, Lucy.
Tiga sahabat dengan tiga sifat dan tiga permasalahan serta satu buku panduan. Bagaimana kelanjutan ceritanya? Silahkan baca sendiri ya!

Tidak Apa-apa Menjadi Romantis Kronis

Senang sekali rasanya saya mendapatkan buku ini dari lima buku yang saya minta ke Gramedia sebagai hadiah Resensi Pilihan saya (Pemenang Resensi Pilihan Gramedia berhak mendapatkan satu buku terbitan Gramedia gratis, namun harus memberi 5 pilihan buku untuk kemudian ditentukan oleh Gramedia buku mana yang akan didapatkan). Terima kasih Gramedia!
Buku ini benar-benar berisi kisah cinta yang diluar bayangan saya. Tadinya saya sudah berpikir akan mendapatkan cerita mengenai Kate pontang-panting mengikuti peraturan di buku Panduan untuk si Romantis Kronis-nya yang berisi aturan-aturan berlebihan, konyol, dan tidak masuk akal lalu berujung pada petualangan yang tidak terduga. Ternyata tidak begitu. Aturan-aturan dalam buku panduan itu, walau oleh para tokoh dalam novel dianggap sangat konyol, menurut saya justru sangat realistis dan masuk akal. Malah banyak pelajaran yang saya dapat dari kata-kata di buku itu. Misalnya:

Jatuh cinta agak seperti tarian. Tiap penari memiliki langkahnya sendiri, tapi agar tarian itu berhasil, tiap penari juga harus mengerti langkah satu sama lain, dan mereka harus bergerak bersama dalam gerakan mengalir, sesekali berpisah namun selalu awas satu sama lain. Hal yang indah untuk disaksikan.

Lalu:

Seorang romantis kronis tahu bahwa dialah pemilik takdirnya, bahwa ia bisa memilih untuk menikmati tiap harinya atau merasa dimanfaatkan. Si romantis memandang rintangan sebagai sesuatu untuk menguji kegigihan, tantangan menggairahkan yang akan ia butuhkan untuk menggunakan kecerdasan, daya pikat, dan optimismenya.

Mengenai cerita novel ini sendiri, tidak ada sesuatu yang dramatis. Konfliknya agak pasaran sih menurut saya, namun tetap enak untuk dibaca dan saya menikmati perkembangan karakter tiap tokoh utamanya. Kisah cintanya sangat riil dan benar-benar kisah cinta kehidupan sehari-hari. Sayangnya, endingnya agak terlalu cepat dan saya kurang puas ketika mendapati endingnya hanya begitu saja. Saya berharap akan mendapat cerita lebih panjang mengenai hasil acara bedah rumah singgah yang digarap Kate namun ternyata buku sudah tamat sebelum sampai disitu. Padahal acara itu justru yang menjadi titik balik karier dan cara pandang Kate tentang hidupnya.
Bagian favorit saya adalah bagian dimana Tom akhirnya mengijinkan pasiennya keluar rumah sakit untuk menonton konser anak lelakinya. Setelah kembali ke rumah sakit, pasien tersebut berterima kasih dan kemudian meninggal dunia, namun dengan penuh kebahagiaan. Hal yang membuat Tom menyadari bahwa kadang kebahagiaan tidak muncul dari suatu moment membahagiakan saja, kebahagiaan juga bisa muncul dari balik penderitaan. Dan itu menjadi titik balik cara pandangnya terhadap hidupnya.
Overall, walau ceritanya agak "lempeng" buat ukuran kisah romance, apalagi yang judulnya ada kata-kata "Hopeless Romantic"-nya, saya tetap merasa buku ini bagus. Banyak pelajaran yang bisa kita petik, banyak kata-kata bagus yang bisa kita terapkan dalam hidup kita, tanpa ada kesan menggurui. Nice job, Gemma Townley!

Beberapa Inspiring Quotes lagi:

Kau tidak boleh mencemaskan hal-hal di masa depan, kalau tidak kau tidak akan pernah melakukan apa-apa, ya kan? Kau hanya duduk, tidak berani keluar, takut tertabrak mobil atau apalah. (halaman 352-353)

Begitu menyerah dalam satu hal, kita akan begitu mudah menyerah dalam banyak hal, hingga tidak ada lagi yang tersisa pada diri kita selain kenangan akan impian dan ambisi, semuanya tidak tercapai. (halaman 354-355)


RECOMMENDED!!!

12 komentar:

  1. kayanya abis ini gue mau beli bukunya hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah pinjem gue punya aja.. hihi

      Hapus
  2. Balasan
    1. iya.. aku juga pertama tertarik sama buku ini karena covernya. Hehe

      Hapus
  3. wow...tertarik nih sama sinopsisnya...beli ah nanti...

    tq atas reviewnya..^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe.
      Tq juga komennya. Senang bisa membantuu

      Hapus
  4. sebenarnya aku tidak terlalu suka novel 'luar'. alau sudah diterjemahkan, namun rasanya gimanaaa gitu. apa karena aku cinta produk indonesia ya?
    **hubungannya apa? :D

    kalau melihat sinopsisnya, sepertinya ini jauh dari tipe Harlequin. Tahu kan? novel remaja yang ada adegan 'hot'nya itu. Jadi pengen beli. Tapi melihat tebalnya ... sanggup baca gak ya?

    eh, kamu merampungkan baca ini dalam berapa hari?

    BalasHapus
  5. Aku udah lama gak baca chicklit, terakhir baca ps: i love you dan bagus banget. Kalau liat quote2 yang petik koq sepertinya buku ini menarik

    BalasHapus
  6. romantis kronis, penasaran :D jalan ceritanya keseluruhan :D

    BalasHapus

Berikan pendapatmu mengenai post yang kamu baca di sini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...