Minggu, 28 Oktober 2012

A Lot Like Love (Serasa Cinta)

Judul:  A Lot Like Love (Serasa Cinta) (FBI/US Attorney #2)
Pengarang: Julie James
Tahun Terbit: 2011 / 2012 (Indonesia)
Jumlah Halaman: 395
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Harga: Rp. 47.800

Buku dari rental, jadi ada barcode-nya deh.

Agen Khusus FBI Nick McCall bersama rekannya, Seth Huxley, sedang mengincar seorang pengusaha dan kolektor anggur bernama Xander Eckhart. Rencananya, Huxley akan menyusup ke pesta pencicipan anggur Eckhart untuk memasang penyadap di kantor Eckhart sementara McCall akan menunggu di van. Untuk menyukseskan rencana itu, mereka butuh bantuan seorang wanita ahli cicip anggur bernama Jordan Rhodes.

Dengan iming-iming pembebasan bersyarat bagi kembarannya yang sedang dipenjara karena kasus pembajakan twitter, Kyle, Jordan menyanggupi tawaran FBI untuk satu malam saja. Sayang, ketika hari yang ditunggu-tunggu, Huxley malah terserang flu perut. Akhirnya, Jordan membawa McCall masuk ke pesta. Tugas penyusupan mereka berhasil, namun siapa sangka kalau ternyata Eckhart, yang menyimpan perasaan suka kepada Jordan, cemburu pada Nick McCall (yang menjadi Nick Stanton, seorang pengusaha properti, ketika menyamar) dan mengirim orang untuk menyelidiki Nick.

Sandiwara Nick-Jordan harus berlangsung lebih lama. Mereka harus tampil selayaknya pasangan yang sedang kasmaran walau aslinya mereka selalu saja bertengkar dan saling mengejek. Sayang beda benci dan cinta sangat tipis dan akhirnya Nick dan Jordan menyadari kalau mereka telah jatuh cinta satu sama lain.

Bagaimana kisah Jordan dan Nick berikutnya? Berhasilkah FBI meringkus Eckhart?


A Lot Like Love adalah buku kedua Julie James yang saya baca setelah Just the Sexiest Man Alive. Yang saya suka dari novel-novel Julie James adalah tokoh-tokohnya yang selalu berprofesi di bidang hukum, kalau tidak polisi ya pengacara. Maklum deh, saya kan juga lulusan hukum dan kerja di bidang hukum. Jadi senang rasanya bisa membaca cerita (apalagi romance) yang tokoh utamanya punya kerjaan yang nggak jauh-jauh dari kerjaan saya (walau Amerika menggunakan sistem hukum Anglo Saxon dan Indonesia Eropa Kontinental dan agak nggak nyambung kalau bicara soal prosedur peradilan). Julie James sendiri memang lulusan sekolah hukum dan sempat bekerja di law firm. Nah, satu lagi nih yang saya suka. Ternyata lulusan hukum pun bisa menulis novel romantis. Hehe..

Kembali ke cerita, novel A Lot Like Love ini membuat saya serasa menonton film action-romantis-komedi. Sebenarnya temanya pasaran, tapi tetap menghibur untuk diikuti karena penuturan Julie James yang cukup detil dan mudah dibayangkan. Profesi Jordan sebagai ahli anggur dijelaskan dengan cukup detail dan membuat saya ngiler, walau saya juga nggak tahu sebenarnya anggur apa yang dia bicarakan saking banyaknya nama-nama anggur yang dia sebutkan. Maklum, saya jarang minum anggur. Paling cuma kalau tahun baru, itupun kebanyakan sparkling wine (halah!). Yang paling membuat saya ngiler sih ketika perjalanan Jordan dan Nick ke Napa Valley untuk pencicipan anggur. Duh, sepertinya tempat itu indah banget! Selain itu, disini juga cukup banyak diceritakan soal kegiatan penyamaran FBI. Bagian tentang Puchalski sukses bikin saya ngakak. Kalau penasaran, silahkan baca sendiri ya.

Selain itu, saya suka bagaimana Julie James juga menceritakan mengenai keluarga dan teman-teman Jordan untuk memperkuat karakter Jordan yang terlihat seperti tuan putri di luar namun sebenarnya ia hanyalah seorang wanita biasa. Ini terlihat dari interaksi Jordan dengan ayah dan kembarannya serta teman-temannya yang sudah menikah. Saya suka dengan karakter kembaran Jordan yang sedang dipenjara, Kyle, yang sepertinya lebih seenaknya dan emosional ketimbang Jordan. Untungnya, Kyle akan mendapat kisahnya sendiri di lanjutan serial ini, About That Night.Oh ya, tokoh-tokoh utama dalam novel pendahulu novel ini, Something About You, juga akan muncul kembali di novel ini lho. Dengan porsi yang lumayan juga.

Sayang, pembangunan karakter dan detil di novel ini tidak didukung oleh jalan cerita yang kuat. Jalan ceritanya kurang mengigit kalau menurut saya. Cerita lebih banyak didominasi oleh kisah penyamaran Nick dan Jordan serta perkembangan hubungan mereka sehingga kurang adegan action. Chemistry antara Nick dan Jordan pun menurut saya kurang secara emosional, lebih banyak ke fisik alias adegan 'kipas-kipas'. Berbeda dengan novel Just the Sexiest Man Alive yang lebih banyak mengeksplor emosi kedua tokohnya.

Mengenai terjemahan bahasa Indonesianya, saya juga cukup kecewa. Banyak kesalahan penggunaan kata yang dibuat, seperti penggunaan kata "acuh" yang berarti "peduli" menjadi seakan-akan berarti "tidak peduli", lalu kata "pewaris" yang seakan-akan menjadi "ahli waris". Sejak kapan Jordan jadi pewaris harta miliaran dollar? Padahal ayahnya masih hidup dan Jordan sendiri mengatakan kalau ia tidak pernah menggunakan uang ayahnya. Seharusnya, Jordan adalah ahli waris, bukannya pewaris karena pewaris berarti orang yang mewariskan harta ketika meninggal. Selain itu, kesalahan letak spasi dan ketikan juga bertaburan di terjemahan novel ini. Seharusnya penerbit lebih memperhatikan hal ini.

Walau menurut saya buku ini tidak terlalu memuaskan, saya tetap akan merekomendasikan buku ini untuk teman-teman yang suka membaca kisah romance. Novel ini menawarkan sesuatu yang berbeda karena ada adegan action juga di dalamnya.

14 komentar:

  1. ak suka tulisannya Julie James walau baru baca bukunya sekali, tulisannya kocak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya tulisannya emang kocak dan seru.

      Hapus
  2. kayaknya menarik, jadi pengen baca deh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mulai dari Something About You aja deh kayaknya. Aku aja ngaco nih mulai baca buku kedua. Sekarang pengen cari pinjeman buku pertamanya.

      Hapus
  3. Bukan buku saya nih! :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi.. iya ya.. tapi kalo lagi mau coba sesuatu yang baru boleh dicoba. kkk..

      Hapus
  4. Novel-novel John Grisham lebih greget mengenai masalah hukumnya mbak :) Kalau yang romantis coba baca serial Eve Dallas karangan J.D Robb (Nora Roberts) >.<

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku dulu sempet baca beberapa novel John Grisham, tapi lebih seru nonton filmnya. Kalo baca novelnya kadang suka bingung memvisualisasikan adegannya. hehe.. Kalo JD Robb aku belum pernah coba. Boleh juga nih kapan2. Hehe.. Thx rekomendasinya ya

      Hapus
  5. Dua hari lalu barusan ngintip2 Just the Sexiest Man Alive-nya Julie James. Eh, jadi pengen baca yang ini juga. :p
    Bagusan ini atau Just the Sexiest Man Alive, Mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo suka action dan ada adegan panasnya, ini lebih oke. Kalo suka yang relatif bersih dan lebih dapet emosinya, Just the Sexiest Man Alive lebih oke. Tergantung selera sih sebenernya

      Hapus
  6. wah, kayaknya ceritany keren nih :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayak nonton film action romantis gitu..

      Hapus
  7. Hehe, for some reason I dunno why I love this book xD. Mungkin karena sebelumnya baca yg paranormal trus pas butuh yg romancan2 gt jdnya lmyn kena.
    Mungkin juga karena ada Napa Valley dan si Twitter Terorrist LOL

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku pengen baca lanjutannya tuh yang tentang si Kyle, About That Night. kayaknya seru secara kelakuannya si Kyle kan serampangan kayak gitu. hehehe

      Hapus

Berikan pendapatmu mengenai post yang kamu baca di sini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...