Senin, 02 Januari 2017

Randomness Inside My Head

Judul: Randomness Inside My Head
Pengarang: Rijo Tobing
Penerbit: indie
Tahun Terbit: 2016
Halaman: 124
Harga: Rp. 75.000 (Bisa dibeli di Gramedia, Periplus, Kinokuniya. Untuk online shop bisa di Gramedia.com -- ada diskon)


Randomness Inside My Head merupakan buku kumpulan cerpen berbahasa Inggris yang ditulis oleh pengarang Indonesia, Rijo Tobing. Ada 12 cerita pendek di dalamnya yang mengangkat berbagai topik. Ada masalah sosial seperti kisah Ali, the Beggar yang bercerita tentang rasa penasaran Ali, si Pengemis, untuk mengendarai motor dan akhirnya merasakan pengalaman singkat yang mendebarkan, lalu Take a Peek yang secara ide mirip kisah Ali, the Beggar namun dengan akhir yang berbeda. Ada pula kisah keluarga dalam A Short Break dan Missed You, Oppung, serta The Fire Exit yang bercerita mengenai problema kehidupan tiga orang karyawan kantor dengan benang merah tangga darurat gedung.

Untuk yang menginginkan kisah manis dengan bumbu romantis, ada Listened to My Mother dan Reunion. Ada juga kisah Better Be Single dan (One of Too) Many Girl Friends yang membahas tema yang bisa dibilang dekat dengan kehidupan sehari-hari: dilema menjomblo atau menikah. Tema kehilangan juga dibahas melalui cerita  Bid You Farewell dan Interlude

Kisah terakhir, Prince Charming, entah apa yang dipikirkan pengarang ketika menulisnya, kok malah membuat saya teringat dengan situasi keluarga mantan penguasa negeri ini. Seperti... doa? Haha. Saya tidak berani membahas lebih jauh deh.

Dari kedua belas cerita, saya memfavoritkan A Short Break yang terasa pedih namun juga manis di saat bersamaan. Ini sebenarnya tema yang kerap saya baca dalam buku-buku young adult favorit dan selalu berhasil menyentuh saya, yaitu tentang seorang anak yang merasa tersisihkan oleh keluarga baru ibunya karena setiap Natal tiba, ia harus menghabiskan liburan Natalnya bersama ayahnya di negeri yang jauh dari rumah. Selain itu, (One of Too Many) Girl Friends juga terasa cocok dengan saya karena saya memang pada kenyataannya lebih nyaman dan memiliki banyak teman laki-laki. Jadi berasa ngaca gitu. Hihi. Tapi apakah saya akan mengalami hal seperti si tokoh utama? Hmm..

Walau menggunakan bahasa Inggris, buat saya, cerita-cerita Rijo Tobing sangat mudah dimengerti. Kisahnya sederhana, temanya dekat dengan kehidupan sehari-hari, tapi berisi.

Buat kamu yang mau mencoba membaca karya-karya Rijo Tobing, bisa segera beli di tempat-tempat yang sudah saya berikan di atas. Atau kamu juga bisa berkenalan langsung dengan penulis di Instagram rijotobing dan blog rijotobing.wordpress.com.


5 komentar:

  1. Kalau ceritanya dalam bahasa inggris, aku nyerah, hehehe :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya dalam bahasa Inggris. Tapi menurutku kosa katanya sederhana sih. Gampang dimengerti.

      Hapus
    2. Kan katanya Adin mau belajar baca buku/novel berbahasa Inggris? :)

      Hapus
  2. hai, mbak nana. thank you ya buat review bukunya. it was truly my honor ๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Mbak. Terima kasih udah mau di-review bukunya sama aku. Semoga buku Mbak makin dikenal.

      Hapus

Berikan pendapatmu mengenai post yang kamu baca di sini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...