Kamis, 04 Oktober 2012

Hipster!

Judul: Hipster!
Pengarang: Dyahtri N.W. Astuti
Tahun Terbit: 2012
Jumlah Halaman: 206
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Harga: Rp.38.000 (Rp.32.300 di gramediaonline)


Nia, si gadis alim yang cantik jelita, bekerja di sebuah perusahaan garmen. Seharusnya, hal ini membuatnya melek tren dan fashionable. Kenyataannya, Nia adalah seorang cewek yang konservatif. Ditengah maraknya tren busana minim alias bawahan semakin ke bawah dan atasan semakin ke atas, Nia malah merasa canggung dan bersikeras tidak akan mengikuti tren yang demikian. Ia bahkan mengalami cekcok dengan adik perempuannya, Prita, yang gandrung dengan tren fashion ini.

Suatu hari, ketika harus mengadakan presentasi untuk buyer, seorang model yang seharusnya memeragakan koleksi terbaru perusahaan Nia berhalangan hadir. Nia yang memiliki proporsi tubuh seperti sang model pun didaulat untuk menjadi model pengganti dadakan. Ia di-make up dan... diharuskan memakai hipster alias celana berpotongan sepinggul dengan atasan yang menggantung. Penampilan Nia ini membuat bosnya, Tommy Pranata, tercengang dan langsung kepincut oleh Nia.

Tommy adalah mantan playboy. Sebenarnya sudah lama ia naksir Nia namun selalu kehabisan cara untuk mendekati gadis lempeng itu. Namun, aksi model dadakan Nia membuat Tommy membulatkan tekad untuk mendapatkan Nia. Segala aksi pun dilancarkan. Awalnya Nia mengikuti permainan Tommy hanya karena ia tak enak hati menolak ajakan bosnya. Namun lama kelamaan, ia terhanyut juga oleh pesona dan kepiawaian Tommy. Akhirnya, Nia pun berpacaran dengan Tommy. Sayang, ternyata Tommy adalah tipe pria yang mudah terbawa nafsu. Tommy selalu memaksa Nia memakai pakaian yang seksi dan seringkali melakukan perbuatan yang "menjurus" kepada Nia. Sebenarnya Nia jengah, namun Tommy juga posesif dan pemaksa. Ia mudah marah apabila Nia menolak permintaannya. Bahkan, Tommy juga kerap menyakiti Nia baik secara verbal maupun fisik. Nia mulai tidak tahan dengan tingkah laku Tommy, namun tidak bisa dipungkiri kalau ia telah jatuh cinta kepada Tommy dan menghindari lelaki itu adalah hal yang sulit untuknya.

Bagaimana nasib Nia dengan hipsternya selanjutnya? Berhasilkah hubungan percintaan Nia dengan Tommy?

Sebelum menyampaikan penilaian saya atas buku ini, saya ingin bertanya: Apakah memakai hipster dengan atasan yang pamer perut masih tren sekarang? Bukannya itu tren bertahun-tahun yang lalu ya, ketika Britney Spears masih ngetop-ngetopnya? Ingat dong gaya Britney Spears yang selalu memakai celana jeans dibawah tulang pinggulnya? Kalau tidak ingat, bisa coba browsing video klip "I'm a Slave 4 U". Berarti.. hampir 10 tahun yang lalu?
Bukannya saya ahli fashion, tapi kok saya merasa suasana di buku ini seperti nggak up-to-date? Sepengamatan saya, beberapa tahun ini yang lagi tren adalah leggings dan jeggings (jeans-leggings) yang, walau sama-sama ketat seperti jeans pensil yang biasanya dibuat berpotongan hipster, tidak memiliki potongan pinggang yang rendah. Atasannya pun yang sedang tren adalah model gombrong. T-shirt gombrong, kemeja gombrong. Tidak ada lagi cerita mengenai perut dan pinggul kemana-mana, apalagi sampai belahan p****t.
Tapi, kalau memang ada yang menilai hipster masih tren saat ini, ya sudah. Saya mengaku salah.

Aaaanywaaaayyy.... mari kita beralih ke review.
Saya antara suka dan nggak suka dengan novel ini. Suka karena buat saya, gaya bercerita pengarang asyik banget untuk diikuti. Menurut saya, latar belakang Nia sebagai orang yang bekerja di industri fashion cukup tergali. Banyak pengetahuan yang bisa didapatkan mengenai industri fashion melalui buku ini tanpa mengubah buku ini dari novel menjadi buku pedoman fashion. Saya juga suka karena cerita ini mengambil tempat di Bali, bukan Jakarta. Saya jadi banyak membaca tentang tempat-tempat yang agak asing untuk saya. Memang sih saya sudah pernah ke Bali, namun tetap saja saya tidak merasakan keseharian hidup di sana karena saya datang sebagai turis. Jadi, buat saya, membaca keseharian hidup orang yang tinggal di tempat lain selain Jakarta (tempat tinggal saya), dalam hal ini Bali, terasa menyenangkan.

Mengenai penokohannya, saya rasa penulis berhasil menentukan karakteristik tokoh-tokoh utamanya secara kuat. Sifat dan cara berpikir Nia dan Tommy yang sangat bertolak belakang sangat terasa dan bisa dipahami. Nia, sebagai si sulung dari 4 bersaudara, terbiasa untuk bersikap dewasa agar menjadi panutan adik-adiknya. Tommy sebaliknya. Ia anak ke-4 dari 5 bersaudara. Ia manja dan dilimpahi hidup yang sempurna (keluarga kaya, pendidikan tinggi, otak encer, penampilan oke, gampang cari wanita). Oleh karena itu, ketika keduanya selalu terlibat cekcok karena salah paham, saya bisa mengerti dengan baik.

Yang saya tidak suka, mungkin dengan nafsunya Tommy. Hehe. Lelaki yang satu ini sepertinya bukan hanya sulit mengendalikan nafsu yang berhubungan dengan bagian pinggul, namun juga sulit mengendalikan nafsu yang berhubungan dengan bagian tangan. Ya, Tommy adalah tipe orang yang ringan tangan dan tidak segan menyakiti Nia ketika ia merasa Nia tidak menghormatinya. Ia memang egois, manja, dan segala stereotip sifat anak bungsu lainnya. Namun rasanya tetap saja berlebihan kalau ia sampai berlaku kasar pada gadis yang dicintainya. Dan saya juga sempat berpikir: "kok Nia bego amat ya?" ketika membaca bagaimana Nia tidak bisa melawan Tommy. Nia yang dewasa dan tegas tiba-tiba menjadi lembek di hadapan Tommy. Mungkin benar cinta itu buta, bukan hanya buta di mata tapi juga buta di seluruh sensor tubuh. Lha normalnya kan orang yang disakiti itu kalau tidak melawan ya menghindar, ini kok malah makin dekat? Dan endingnya... Duh! Membuat saya mengernyitkan alis. Mau ditulis tapi kok ya ngebocorin akhir ceritanya? Begitulah pokoknya.

Saya tidak mau komentar lebih banyak lagi soal cerita. Yang pasti, sebenarnya dari segi penulisan novel, novel ini menurut saya oke banget. Cuma mungkin saya pribadi kurang sreg dengan ceritanya. Mungkin jika teman-teman membaca novel ini akan memiliki pendapat yang berbeda dengan saya.

Recommended untuk pecinta metropop terutama yang ingin tahu lebih banyak soal fashion.

20 komentar:

  1. Jyahaha... berhubungan pinggul =))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Abis kan judulnya Hipster.. lalalala...

      Hapus
  2. Can I just say how awesome it is that a toolbar comes down when I open your blog and I can have it translated to english? That's probably nothing new or fancy but I am also technologically behind so I thought it was pretty spectacular.

    This sounds like a fun novel. I fully admit, I am not in the know of what is hip. LOL But I remember those Britney Spears days too. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Actually the translation gadget is one of the gadget you can add on the "add gadget", just like when you want to add pictures on your side bar (i forgot the exact name of the menu since i set all in Indonesian not English so that my blog can be translated into English). But seems like the translation failed a lot. Haha..

      Yeah, it was quite a fun and light read.
      Britney Spears really brought the hipster trend to all around the world, didn't she?

      Hapus
  3. hahaha..baru aja aku mau beli buku ini. Ternyata udah ada yang ngereview. Sebenernya waktu ngeliat judulnya udah tertarik krn aku kira ceritanya ttg cewek hipster yg karakternya tuh biasanya unik2. Tapi pas baca sinopsisnya aku rada sedikit ragu. Kog kayaknya ceritanya bakal ngebosenin,hehehe... Dan reviewmu menjawab sudah keraguaanku. Aku gak terlalu suka baca cerita yg karakter ceweknya dari awal sudah menye2. So, thanks for the review :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karakter ceweknya sih nggak menye2 pada awalnya. Malah tegas banget. Tapii pas kebelakang baru deh. Agak2 terlena dalam rayuan pak bos kayaknya.. Kocak sih sebenernya baca hubungan Nia dengan Tommy, tapi pas uda mulai main fisik.. Emmm.. Agak ilfil deh.

      Hapus
  4. belum baca nih metropop dari penulis ini, akhir-akhir ini agak kapok baca metropo :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kok kapok? Baca apaan tuh? Hehe

      Hapus
  5. bagus nih kayaknya endingnya kayak apa yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penasaran? Penasaran? Hoho.. Ayo baca bacaaa...

      Hapus
  6. agak gimana gitu saat baca review-nya. awalnya berjilbab lalu akhirnya pakai pakaian minim? well, di Indonesia jilbab kadang dijadikan trend sih. Miris ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak ada yang berjilbab kok di novel ini. Dan sepertinya tokoh2nya non-muslim

      Hapus
  7. Iya sih, setuju, trend Hipster sih modenya tahun 90-an... Hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kaann... Kalo rok mini mungkin masih tren deh tapi hipster dengan atasan pendek.. Udah jarang liat sih ya

      Hapus
  8. Aku tertarik sih sama novel ini. Tapi pas baca review Mbak Nana dan tahu sikap Tommy.....

    BalasHapus
  9. Baca sinopsisnya sih kayaknya rame. Tapi pas ngebaca reviwenya kok kayak bakal ngebosinin ya...

    BalasHapus
  10. Wah, si Tommy sadis ya *mendadak ingat sama buku 50 bayangan :))

    BalasHapus
  11. Di Bali yaaa??
    Aku dari Bali :D

    BalasHapus
  12. Waahhh.. sepertinya ini menggiurkan utk di baca..

    BalasHapus
  13. Lho, pertama kali liat judulnya aku pikir emang bukan terbitan tahun 2012. Ternyata novel baru... bukan pengamat fashion juga, tapi setuju sekarang jenggings lebih ngetren..

    BalasHapus

Berikan pendapatmu mengenai post yang kamu baca di sini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...