Minggu, 13 September 2015

Blog Tour & Giveaway : Tiga Sandera Terakhir

Judul: Tiga Sandera Terakhir
Pengarang: Brahmanto Anindito
Penerbit: Noura Books
Tahun Terbit: 2015
ISBN: 978-602-0989-47-1
Halaman: 311
Harga: Rp. 62.000


Lima orang disandera di Papua: Ambo Rawallangi dan Ni Komang Ambarwati (Indonesia), Joanne Charvier dan Jerome Perrinet (Prancis), dan Roman White (Australia). Kelimanya diculik tentara Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Akilas dan Mikael, dan dibawa ke dalam hutan. Kolonel Inf. Larung Nusa dan pasukannya, Satuan 81/Penanggulangan Teror (Sat-81/Gultor) Kopassus ditugaskan membebaskan sandera. Larung Nusa sebenarnya dalam posisi sulit. Ia memiliki kemampuan, namun banyak orang meragukannya karena ia juga adalah menantu menteri pertahanan. Ini adalah misi pertamanya sebagai komandan satuan (Dansat) Gultor sekaligus pembuktian dirinya. Jadi, ia harus berhasil dengan gemilang dalam misi ini.

Sejak awal, penyandera tidak berminat berdamai. Buat mereka, kemerdekaan Papua Barat adalah harga mati. Sudah begitu lama Republik Indonesia memanfaatkan dan menguras kekayaan alam Papua, tanpa memedulikan kesejahteraan rakyatnya. Larung Nusa, yang tadinya ingin mengambil jalan damai, yaitu dengan negosiasi, terpaksa turun ke hutan sejak para OPM mengirim salah satu sandera dalam keadaan tak bernyawa. Tak boleh ada lagi sandera yang kehilangan nyawa!

Namun, kabar yang datang berikutnya sungguh mengejutkan: OPM menyatakan tidak bertanggung jawab atas penyanderaan tersebut. Dan berikutnya, Larung Nusa mendapati bahwa penyanderaan itu hanyalah awal dari sebuah konspirasi yang lebih besar, dengan pemain yang lebih berkuasa dan gila dibanding para OPM penyandera tersebut.  

Siapa dalang di balik drama penyanderaan ini dan apa tujuannya sebenarnya? Berhasilkah Larung Nusa menggagalkan rencana berbahaya tersebut?

Seru! Itulah yang saya rasakan sepanjang membaca kisah ini. Sejak awal sampai akhir, suguhan action dari buku Tiga Sandera Terakhir ini seakan tidak pernah berakhir. Membaca novel ini seakan sedang menonton film action polisi/tentara mandarin zaman dulu (ho'oh, saya sukanya nonton film Mandarin, bukan Hollywood...). Cara berceritanya begitu asyik diikuti dan setiap adegannya begitu hidup. Nggak cuma bercerita dari sudut pandang Larung Nusa, alias tentara yang bertugas membebaskan sandera, Brahmanto Anindito juga mengajak saya untuk mengikuti cerita dari sudut pandang si sandera dan penyandera. Dan ini, serius deh, benar-benar membuat merinding! Para sandera dipaksa untuk berjalan jauh, disiksa, tanpa tahu nasib mereka akan bagaimana. Penggunaan dua sudut pandang ini membuat cerita semakin hidup dan lengkap.

Namun, kelebihan  Tiga Sandera Terakhir bukan cuma di adegan action-nya saja. Brahmanto Anindito juga memperkenalkan Papua kepada pembacanya. Buat saya, berhubung saya jarang jalan-jalan, perkenalan saya dengan masyarakat Papua mungkin hanya sebatas pertemanan dengan orang-orang Papua Jakarta yang kebanyakan sudah lama menetap di Jakarta dan video-video Epen Cupen yang saya suka tonton kalau butuh hiburan. Kalau tentang keindahan alamnya sih, jangan ditanya. Semua juga tahu deh yaaa... Apalagi Raja Ampat yang beberapa tahun terakhir lagi booming banget. Tapi mengenai keseharian masyarakatnya, cara pandang mereka, nah ini yang saya belum tahu benar. Melalui buku ini, saya bisa menikmati candaan khas orang Papua yang slenge'an dengan gaya bicara supersingkatnya (Iya, biar ini buku action, masih ada humornya kok, nggak full berdarah-darah. Tenang aja!!) Selain itu, juga dibahas mengenai beberapa suku Papua, yang ternyata masing-masing memiliki kekhasan tersendiri baik fisik maupun sifat.

Adapun pesan yang disampaikan kepada pembaca, dan saya sungguh berharap semoga di pemerintahan saat ini kondisi bisa berangsur membaik, adalah betapa kita, sebagai bangsa Indonesia (terutama yang tinggal di Jawa) sungguh berutang banyak pada saudara-saudara kita di timur sana. Kalau bicara soal Organisasi Papua Merdeka (OPM), wajar saja jika mereka memperjuangkan kemerdekaannya, karena selama ini daerah mereka terus dieksploitasi kekayaan alamnya namun, ketika barang-barang sampai ke sana kembali dalam keadaan siap untuk dikonsumsi, harganya sudah meningkat jauh karena industri pengolahannya jauh dari sana. Yah, semoga saja dalam waktu dekat ini, saudara-saudara di Papua diberi kemudahan baik dari pembangunan infrastruktur maupun akses pendidikan. Saya sih merasa kemerdekaan Papua bukan pilihan terbaik. Selain akan butuh waktu lama buat warga Papua membangun pemerintahan yang stabil dan saya takut alamnya akan rusak demi kepentingan pembangunan negara baru, tentu juga merugikan wilayah Indonesia yang lain banyak sekali. Jadi, perhatian pemerintah pusat akan pembangunan masyarakat Papua adalah cara terbaik.

Sebagai penutup, Tiga Sandera Terakhir adalah novel action-thriller yang sungguh sayang dilewatkan. Dan saya sih berharap ini bukan cuma satu buku ini selesai. Dibuat berseri dengan tokoh utama Larung Nusa juga atau tentara lain di bawah komandonya menurut saya akan cukup menarik, Belum banyak pengarang Indonesia yang menggarap genre ini, apalagi yang menyajikannya dengan sangat baik seperti Brahmanto Anindito. Sayang aja gitu, kalau cuma ada satu buku :)


Sudah berjalan: Kubikel Romance


G I V E A W A Y   T I M E ! !

Buat teman-teman yang tertarik membaca buku ini, selain ikutan giveaway-nya di Goodreads, bisa juga ikutan giveaway-nya di sini. Ada 1 buku Tiga Sandera Terakhir buat 1 orang beruntung. Caranya:

  • Follow Twitter penerbit @Nourabooks dan penulis @brahmandito
  • Twit: Ikutan #BlogTour #TigaSanderaTerakhir dan menangkan bukunya @_marsh113_ @Nourabooks @brahmandito http://readinginthemorning.blogspot.co.id/2015/09/blog-tour-giveaway-tiga-sandera-terakhir.html
  • Jawab pertanyaan ini: Apa yang terlintas di benakmu begitu mendengar kata "Papua"?
  • Peserta berdomisili di Indonesia atau punya alamat di Indonesia untuk pengiriman hadiah jika menang
Tulis di komentar pos ini dengan format:
Akun twitter:
Link share twit (harus open for public yaa):
Alamat e-mail:
Jawaban: 
Giveaway berlangsung selama 7 hari. Pemenang akan diumumkan 1-2 hari setelahnya, tapi pengiriman hadiah dilakukan oleh penerbit setelah blog tour berakhir.

Semoga kamu beruntung. Dan, selagi kamu nungguin pengumuman pemenangnya, kamu bisa berkunjung ke microsite Tiga Sandera Terakhir dan membaca postingan di sana. Ada kamus Papua-nya juga supaya kamu nanti makin menghayati pas baca novelnya.

31 komentar:

  1. Akun twitter:
    @p_ambangsari
    Link share twit: twitter.com/p_ambangsari/status/642869396906487808

    Alamat e-mail: pramestya23@gmail.Com

    Jawaban:
    freeport, penduduk yang tertinggal *maaf*, pencakar langit yang jarang, ketidak merataanya pembangunan Indonesia, OPM, novel D'Angel, pedesaan, orang berkulit gelap, tradisional, kaya SDA, praja muda karana *eh itu pramuka ding*, film god must be crazy :D

    BalasHapus
  2. Nama: Nurina Widiani
    Twitter: @KendengPanali
    Link share: https://twitter.com/KendengPanali/status/642906297810063360
    Email: nurinawidiani84@gmail.com

    Papua itu... paradise. Alamnya, baik tanah dan laut sama kaya dan indahnya, kebudayaan lokalnya unik dan back to nature banget. Puncak dan dasar surga ada di Papua, (merujuk pada Carstenz Pyramid dan Raja Ampat). Papua juga daerah yang paling dikuras, dimanfaatkan tapi justru dianaktirikan.
    Yang disesalkan, apa gunanya kita merebut Papua Barat dari Belanda dulu, kalau beberapa dari kita selalu memandang Papua sebagai suku yang berbeda?

    BalasHapus
  3. @rinicipta
    Lihat Tweet @RiniCipta: https://twitter.com/RiniCipta/status/642920146680475648
    rinspiration95@gmail.com

    Jika mendengar kata Papua, aku langsung teringat dengan pulau diujung timur Indonesia yang sangat kaya. Namun memng kekayaang potensial itu belum dimanfaatkan dengan baik.
    Papua punya adat istiadat,budaya dan kebiasaan yang masih mereka lestarikan. Kekayaan alam luar biasa, tapi belakangan sudah dimanfaatkan oleh masyarakat yang bikan warga asli Papua. Harapannya sih pertumbuhan dan pemerataan pembangunan juga dilakukan disana sehingga masyarakatnya juga memiliki kesejahteraan dan keadilan yang sama dengan daerah di tengah maupun barat Indonesia.

    BalasHapus
  4. @rinicipta
    Lihat Tweet @RiniCipta: https://twitter.com/RiniCipta/status/642920146680475648
    rinspiration95@gmail.com

    Jika mendengar kata Papua, aku langsung teringat dengan pulau diujung timur Indonesia yang sangat kaya. Namun memng kekayaang potensial itu belum dimanfaatkan dengan baik.
    Papua punya adat istiadat,budaya dan kebiasaan yang masih mereka lestarikan. Kekayaan alam luar biasa, tapi belakangan sudah dimanfaatkan oleh masyarakat yang bikan warga asli Papua. Harapannya sih pertumbuhan dan pemerataan pembangunan juga dilakukan disana sehingga masyarakatnya juga memiliki kesejahteraan dan keadilan yang sama dengan daerah di tengah maupun barat Indonesia.

    BalasHapus
  5. Akun twitter : ramadhan_rae
    Link share : https://twitter.com/ramadhan_rae/status/642983499444543488
    Alamat e-mail : ramadhanul21@gmail;.com
    Jawaban :

    Jika mendengar kata Papua, yang terlintas pertama dipikiranku adalah pulau dengan sejuta keindahan alam dan kekayaan yang melimpah.
    Pulau yang jauh dari perkotaan dan butuh perhatian penuh dari Indonesia. Pulau yang berharga seandainya kita lebih memperhatikan kondisi sekitar Papua. Memiliki suku dan adat-istiadat yang kuat berbudi luhur.
    Sangat layak untuk mendapatkan kemerdekaan rakyatnya untuk segala hal yang telah tertinggal jauh dari perkotaan.

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Akun twitter : @alvina13
    Share : https://twitter.com/alvina13/status/643019053905281024?s=09


    Kalau denger papua, yg kebayang Raja Ampat. Mwahahhaha *mental emak emak doyan pantai*. Tapi kabarnya memang pantai di Indonesia bagian Timur memang super indah, ah jadi membayangkan kapan ya bisa main ke sana....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh ketinggalan... email : orybun@gmail.com

      Hapus
  8. *bismillah*

    Akun twitter: @siimisfil
    Link share twit: https://twitter.com/siimisfil/status/643089757749153798
    Alamat e-mail: v2ituaza@yahoo.com
    Jawaban: Papua? Yang terlintas di benakku malah penduduk aslinya -warna kulit item, pakaiannya terbuka, rambutnya kriwel kriting kriting gitu- serta kebudayaannya yang masih kental. :))

    BalasHapus
  9. Akun Twitter : @n0v4ip
    Link Share twit : https://twitter.com/n0v4ip/status/643255731659997184
    Alamat Email : n0v4ip@gmail.com

    Yang terlintas dibenak saya begitu mendengar kata "Papua" adalah suku dayak, raja ampat, cendrawasih dan group penari Funky Papua :D. Papua dengan penduduk aslinya yang unik dan keindahan Raja Ampat nya menjadi daya tarik tersendiri ditambah lagi kemarin sempat ada group penari Funky Papua yang menurut saya sukses mengenalkan Papua dan menunjukkan bahwa masyarakat Papua itu juga bisa eksis lho bukan cuma pake koteka doank... :D

    BalasHapus
  10. Twitter : @afikayulia
    Link Share : https://twitter.com/afikayulia/status/643261100864090112
    Email : afikayuliaakb@gmail.com

    Papua. Yang terlintas dipikiranku adalah provinsi yang masih jarang penduduknya. Dan aku ingin sekali pergi kesana. Lebih tepatnya menyepi :D . Udah riweuh ngeliat ibukota yang padat banget penduduknya belum lagi macet ditambah polusi juga. Butuh banget udara baru. Nah, dipapua juga pasti ada tempat seperti pantai, gunung, Raja Ampat dan lainnya kan? Cocok banget buat ngerefresh pikiran :)

    BalasHapus
  11. Twitter : @RizkyMirgawati
    Link Share : https://twitter.com/RizkyMirgawati/status/643271431204134912
    Email : kikyavis@gmail.com

    Kalau mendengar kata "Papua", yang terbayangkan kota kelahiranku, tempat tinggalku selama 18 tahun. Walau nun jauh disana, tetap selalu dihati. Papua yang selalu jauh tertinggal dari provinsi lainnya, karena letaknya yang cukup jauh padahal kaya dengan sumber daya alam yang melimpah. Alam yang masih perawan, orang yang walaupun terkesan sangar tetapi begitu ramah dan baik hati. Alhamdulilah, papua yang sekarang sudah banyak berkembang daripada zaman aku masih kecil dulu, akses transportasi dan infrastruktur pun sudah lebih maju, walau hanya satu yang kusesali ongkosnya mahal sekali kesana. Ah, jadi pengen kesana lagi.

    Terima kasih, Nana buat GAnya. Semoga nana berkesempatan suatu hari berkunjung kesana ya, dijamin akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan :)

    BalasHapus
  12. Twitter = @dellavitaa_
    Link Share = https://twitter.com/dellavitaa_/status/643368323820851200?s=09

    Pertama ngedenger kata PAPUA yang terlintas di benak ku adalah kalau penduduk nya BERKULIT HITAM dan BERAMBUT KERITING dan wilayah nya berupa hutan😀😁 tapi ternyata di luar dugaan di PAPUA atau lebih Tepatnya di JAYA PURA mempunyai pemandangan alam yang sangat menakjubkan^^ dan di PAPUA juga terdapat sumber daya yang sangat berlimpah untuk memakmurkan bangsa kita ini. Jadi saya salah menilai kalau orang PAPUA adalah orang berkulit hitam😀😀😀 walaupun berkulit hitam SDM nyaa maju majuO(≧∇≦)O

    Wish me lucko(〃^▽^〃)o

    BalasHapus
  13. Akun twitter : @bordineo
    Link : https://twitter.com/bordineo/status/643396381315432448
    Alamat e-mail : amarta.amerta@ymail.com
    Jawaban :
    Papua. (Nyaris) Terlupakan. Terpinggirkan. Kuat. Kaya, tetapi miskin. Mirip keadaan Distrik 12 dalam serial hunger games, yang hanya dilihat hasil tambangnya oleh pemerintah pusat.

    BalasHapus
  14. Akun twitter: @dust_pain
    Link share twit: https://twitter.com/dust_pain/status/643425296121638912
    Alamat e-mail: shinra2588@yahoo.com

    Jawaban: yang terlintas di benakku ketika mendengar kata Papua adalah cendrawasih (burung langka asli Papua yang warna burungnya sangat indah) dan Dirga. wait, siapa itu Dirga? Dirga itu adalah salah satu penyiar radio favoritku. dia berasal dari Papua. demi kuliah, dia mesti hijrah dari Papua. kalau siaran dulu, dia suka cerita tentang Papua, juga betapa kangennya dia sama orang tuanya yang tinggal di sana. masalahnya harga tiket pesawat mahal, jadi dia gak bisa sering2 nengokin orang tuanya. selama empat tahun kuliah, dia cuma sekali aja pulang. itu pun gak bisa lama, karena di sini dia nyambi jadi penyiar yang mesti siaran tiap hari. yah, berhubung dulu aku suka banget dengerin siarannya Dirga, tiap denger kata Papua aku pasti inget dia hehehe. aku suka perjuangan dia. meski tinggal jauh dari Papua, dia gak pernah ngelupain kota asalnya itu. malah bisa dibilang aku tertarik dengan Papua karena sering denger ceritanya :)

    BalasHapus
  15. Akun twitter: @ekasulistiana24
    Link share twit: https://twitter.com/ekasulistiana24/status/643812947475607552
    Alamat e-mail: ekasulistiana2412@yahoo.co.id
    Jawaban:
    Yang terlintas dalam benak saya ketika mendengar kata 'Papua' yaitu pulau paling timur di Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara lain. Kental sekali akan budaya aslinya. Terkenal dengan penduduknya yang gagah berani dan tahan banting. Dari segi fisik, penduduknya berkulit lebih gelap dibandingkan dengan yang tinggal di wilayah Indonesia barat. Berambut keriting, mata bulat hitam, dan gigi yang putih. Masih banyak daerah pedalaman yang terdapat disana, penduduk primitif pun bertaburan disana. Rumah adat, pakaian adat, dan tarian adat mereka begitu khas dan unik. Papua adalah salah satu aset berharga milik Indonesia. Salah satu bukti bahwa Indonesia punya beragam budaya dan bahasa.

    BalasHapus
  16. Twitter : @VelikaNatalia
    Link tweet : Lihat Tweet @VelikaNatalia: https://twitter.com/VelikaNatalia/status/643839648142200832?s=09
    Email : fransis93.sis.lia@gmail.com

    Okey Kata Papua etlis langsung mikir setengah dari keseluruhan pulau yang merupakan bagian NKRI. Tanah yang disebut sebut harta karun indonesia. Membentang puluhan Ribu Hektar Hutan belum terjamah yang konon sebagai salah satu paru-paru dunia. Dengan suku pedalaman yang tinggal diantara rimbunnya pepohonan. Murni dan banyak yang belum terjamah kata modern (hidup layak masa kini). Sesekali bergejolak karna ketidak adilan yang didapatkan mereka yang tinggal ditanah merdeka Indonesia. Berkali-kali enggan mengerti dan tidak mau mengerti karna kurangnya kesejahterahan yang diberikan. Pulau papua dengan segala ke'eksotisannya memberikan paronama yang menarik mancanegara untuk berwisata ke Indonesia memberikan keuntungan besar bagi negara. Namun lambatnya pembangunan dan prasarana menghambat kesejahterahan penduduknya. Justru memberikan eksploitasi berlebih pada pulau dan malangkahi hak-hak warga asli orang-orang Papua. Ironis memang dibakik itu smua Papua tetap menjadi wilayah NKRI. Wilayah yang nantinya harus kita lindungi sebagai sejarah dan cerita untuk anak cucu dimasa mendatang.

    TerimaKasih
    #BlogTour GiveAway #TigaSanderaTerakhir

    BalasHapus
  17. @anandanf07
    https://twitter.com/anandanf07/status/643860704286666752
    Anandanftrn@gmail.com

    Karena judulnya "Tiga Sandera Terakhir", aku langsung berpikir ke arah peperangan. Kebetulan pertanyaannya tentang Papua, jadi otomatis aku langsung inget sama perang dengan amerika untuk merebut Papua barat setelah kemerdekaan😂 (yang kebetulan baru dijelasin sama guru sejarahku) hehehe xD thankyou for the giveaway~~♥

    P.S: Sebenarnya aku ga suka sejarah, tapi perang Papua barat itu menarik banget, seru dan menegangkan :3

    BalasHapus
  18. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  19. Twitter: @dion_yulianto
    Link: https://twitter.com/dion_yulianto/status/643727031537004544
    Email: yuliantodion@gmail.com

    Tentang Papua, entah kenapa saya selalu teringat pada sarang semut dan buah merah. Hahaha kenapa ya? Mungkin karena kedua tanaman itu eksotis seeksotis pulau Papua serta sangat berkhasiat bagi kesehatan, kayak saya *halah. Oh iya, satu lagi, Matoa. Buah asli Papua ini (katanya sih) rasanya juga eksotis, perpaduan antara rambutan, kelengkeng, dan durian. Rasanya yang unik membuat buah ini digemari dan juga langka. Trus kan saya punya pohon matoa kan ya, trus masak dicolongin ampe cuma tinggal satu ember hiks. Tpi nggak apa-apa, hitung2 amal dan sekaligus mempromosikan keindahan dan kekayaan alam Papua dengan segala tanaman eksotisnya.

    BalasHapus
  20. Twiter : @fitani09
    Link share : https://twitter.com/fitania09/status/644065267769733122?s=01
    Email : fitania90@gmail.com

    Kalau denger kata PAPUA yang terlintas adalah burung cendrawasih. Burung cendrawasih sendiri fauna asli Indonesia yang banyak bermukim di pulau tersebut. Belum lama ini Menpora juga mensahkan ikon Asian Games 2018 yang bergambar Burung Cendrawasih saat peringatan Haornas dan bener-bener keren banget. Selain dari itu kekayaan alam di sana juga melimpah. Yang sebenarnya bisa menjadi devisa negara jika bisa mengelolahnya dengan baik.

    BalasHapus
  21. Akun twitter: @rhidayat04
    Link share : https://twitter.com/rhidayat04/status/644197262252507136
    Alamat e-mail: @rhidayat04@gmail.com
    Jawaban: PAPUA
    Pulau dengan 1001 misteri. Mungkin kalu engga nonton salah satu acara petualang di salah satu TV swasta g ada banyangan sama sekali dengan pulau paling ujung timur ini. Raja Ampat, salah satu pulau eksotik yang belum dieksplore keindahannya (dan ini masih bagian kecil), serta masyarakat yang masih sangat sederhana.... ah,semoga suatu saat bisa berkunjung ke pulau tersebut.
    Terima kasih @_marsh113_ dan salam kenal :D

    BalasHapus
  22. Akun twitter: @LiebeIs0503
    Link share twit : https://twitter.com/LiebeIs0503/status/644326996542009344
    Alamat e-mail: triyusufciduk@yahoo.com
    Jawaban:
    PAPUA. Salah satu dari lima pulau terbesar di Indonesia yang sangat butuh banyak uluran tangan dan kepedulian dari seluruh masyarakat Indonesia. Di segala bidang, Papua membutuhkan banyak bantuan. Dan kuharap tidak ada lagi warga sipil yang dipindahtugaskan disana mengeluh, harusnya malah bersemangat untuk membangun Papua demi negeri kita sendiri, Indonesia. Bantu Papua untuk menjadi pulau yang tereksplore dengan baik, tidak hanya dibeberapa tempat yang telah dikenal keindahan alamnya saja. Bantu melestarikan budaya, kekayaan alamnya, jangan sampai dijajah dan dikuasai oleh negara lain.

    BalasHapus
  23. Twitter: @murniaya
    Link share: https://twitter.com/murniaya/status/643405681345884160
    Email: ayamurning@gmail.com

    Jawaban:
    Langsung teringat dengan 2 film yang diproduseri Ari Sihasale & Nia Zulkarnaen: "Denias - Senandung di Atas Awan" dan "Di Timur Matahari".
    2 film itu ber-setting di Bumi Papua, menonjolkan kisah tentang anak Papua yang haus dengan cahaya ilmu pengetahuan. Sangat disayangkan karena mendatangkan seorang guru ke sana pun sangat susah. Di film itu sekaligus menampakkan keindahan alam Papua yang sungguh mempesona. Film yang membekas, karena mereka rela hanya main-main di alam luas dengan harapan bisa mendapat pelajaran dari lingkungan sekitar. Begitu tulusnya mereka menjalani kehidupan.
    Itulah yang terlintas dibenakku ketika mendengar kata "Papua". Tentang anak-anaknya, tentang alamnya, tentang kebebasannya, dan tentang tradisinya yang masih sangat kuat.

    BalasHapus
  24. Twitter: @dabelyuphi
    Share: https://twitter.com/DabelyuPhi/status/644369059736350720
    Email: dabelyu_phi@yahooo.com

    Jawaban:
    Raja Ampat. spot diving yang paling pengen aku dikunjungi sedunia.

    BalasHapus
  25. Akun Twitter : @HikariMio
    Link Share : https://mobile.twitter.com/HikariMio/status/644536204453539840?p=v
    Email : rinaeko87@gmail.com
    Jawaban : Apa yang terlintas di benakmu begitu mendengar kata “Papua”?

    Destinasi wisatanya yang masih jarang dikunjungi para wisatawan, seperti Pulau Harlem yang terletak di distrik Depapre. Selain karena pulaunya yang masih “perawan” layaknya pulau pribadi, juga karena suasananya masih sepi dan tenang. Juga belum ada penginapan yang berdiri, melainkan gubuk-gubuk yang disediakan oleh penduduk.

    Hal lainnya tentunya insiden yang menggemparkan seluruh penjuru negeri, masjid di Papua yang dibakar saat sholat Idul Fitri. Siapa sih yang nggak mengingat insiden mengerikan tersebut. Bukannya malah bergembira karena datangnya hari kemenangan umat islam, hari itu orang Papua tepatnya di Karubaga Kabupaten Tolikara, tidak bisa merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh umat islam lain.

    BalasHapus
  26. Akun twitter: @Thia1498
    Link share twit: https://twitter.com/Thia1498/status/645223122828836864
    Alamat e-mail: thiameliasn@gmail.com

    Jawaban:
    Apa yang terlintas di benakmu begitu mendengar kata "Papua"?
    Entah kenapa begitu mendengar nama Papua yg terlintas dibenakku adalah keterbelakangan-keterbelakangan yang belum bisa diberi oleh pemerintah. Ketika mendengar nama Papua, ada ketakutan tersendiri karena banyak nya adat istiadat yang masih bertolak belakang dan sering terjadinya perang saudara. Ketika mendengar nama Papua yang aku bayangkan adalah kekeringan disana-sini, kelaparan disana-sini, kemiskinan disana-sini. Tapi walaupun begitu kadang ketika mendengar nama Papua, ada kebanggaan tersendiri karena disanalah kekayaan alam Indonesia bergunung. Tembaga, emas, minyak dan gas bumi melimpah ruah disana. Campur aduk saat mendengar nama Papua, pulau paling ujung Indonesia. Pulau paling indah di Indonesia tapi juga paling menyeramkan jika memang sedang terjadi pemberontakan. Tapi walaupun begitu saya sangat mencintai Papua, salah satu warisan leluhur yang patut dijaga sekuat mungkin.

    BalasHapus
  27. Twitter: @Lenny66677291
    link twit: https://mobile.twitter.com/Lenny66677291/status/645265863185076229?p=v
    email: lenyhermi@gmail.com
    '' Papua''. Ketika mendengar kata ''papua'', wilayah timur indonesia,raja ampat,freport,pulau yang kaya dan punya sumber daya alam yang melimpah.

    BalasHapus
  28. Apakah Anda mencari bantuan keuangan, Apakah Anda sangat membutuhkan bantuan keuangan?
    Terlihat ada jauh sebagai perusahaan Gochel Keuangan sini untuk memberikan Anda jumlah pinjaman yang diminta Anda asalkan Anda akan dapat membayar kembali pinjaman.
    Kami memberikan pinjaman pada tingkat bunga 4% dengan tidak ada pemeriksaan kredit dan jaminan 100%.
    Anda dapat menghubungi kami untuk setiap jenis kredit termasuk kredit mobil, pinjaman bisnis, pinjaman rumah, Startup Pinjaman, dll melalui email HAMMERS.CREDIT@GMAIL.COM
    Untuk rincian lebih lanjut atau untuk menerapkan email kami dengan rincian di bawah ini.

    Umur:
    Nama lengkap:
    Jumlah Dibutuhkan:
    Durasi pinjaman (waktu pengembalian):
    negara:
    kota:
    Alamat tetap:
    seks:
    Nomor telepon:
    Gaji perbulan:
    pekerjaan:
    Berikutnya Kin:
    Alamat rumah:
    Alamat kantor:
    Nomor telepon:
    Apakah kamu mengerti bahasa Inggris:
    pekerjaan:

    Setelah informasi ini menerima oleh perusahaan saya, prosedur pinjaman akan dimulai dengan cepat menghubungi kami melalui email HAMMERS.CREDIT@GMAIL.COM

    BalasHapus
  29. Apakah Anda mencari bantuan keuangan, Apakah Anda sangat membutuhkan bantuan keuangan?
    Terlihat ada jauh sebagai perusahaan Gochel Keuangan sini untuk memberikan Anda jumlah pinjaman yang diminta Anda asalkan Anda akan dapat membayar kembali pinjaman.
    Kami memberikan pinjaman pada tingkat bunga 4% dengan tidak ada pemeriksaan kredit dan jaminan 100%.
    Anda dapat menghubungi kami untuk setiap jenis kredit termasuk kredit mobil, pinjaman bisnis, pinjaman rumah, Startup Pinjaman, dll melalui email HAMMERS.CREDIT@GMAIL.COM
    Untuk rincian lebih lanjut atau untuk menerapkan email kami dengan rincian di bawah ini.

    Umur:
    Nama lengkap:
    Jumlah Dibutuhkan:
    Durasi pinjaman (waktu pengembalian):
    negara:
    kota:
    Alamat tetap:
    seks:
    Nomor telepon:
    Gaji perbulan:
    pekerjaan:
    Berikutnya Kin:
    Alamat rumah:
    Alamat kantor:
    Nomor telepon:
    Apakah kamu mengerti bahasa Inggris:
    pekerjaan:

    Setelah informasi ini menerima oleh perusahaan saya, prosedur pinjaman akan dimulai dengan cepat menghubungi kami melalui email HAMMERS.CREDIT@GMAIL.COM

    BalasHapus

Berikan pendapatmu mengenai post yang kamu baca di sini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...