Minggu, 01 Juli 2012

Demonglass

Judul buku: Demonglass (Hex Hall #2)
Pengarang: Rachel Hawkins
Tahun terbit: 2011/2012 (Indonesia)
Jumlah halaman: 449 halaman
Penerbit: Ufuk Publishing House
Harga: Rp. 59.900 (beli di JBF jadi Rp. 36.000)



Setelah memutuskan untuk menjalani Pemunahan untuk mencegah sisi Demonnya menghancurkan dunia Prodigium, Sophie bersama Jenna, sahabatnya yang vampir, dan Cal, penyembuh yang ternyata juga tunangan Sophie sejak kecil, pergi ke London. Disana, ayah Sophie yang ketua Dewan, berusaha mencegah Sophie memunahkan kekuatan sihirnya yang dahsyat dengan mengajarkan Sophie mengendalikan sihir.

Banyak kejutan yang dialami Sophie di London, antara lain pertemuannya dengan Nick dan Daisy yang ternyata juga Demon, seperti dirinya dan ayahnya (yang seharusnya merupakan 2 Demon yang tersisa di dunia). Lalu Sophie juga bertemu kembali dengan Archer, temannya sesama penyihir di Hecate Hall yang kemudian ketahuan menjadi pengkhianat dan anggota Mata, musuh Prodigium. Seingin-inginnya Sophie menjauhi Archer, Sophie tidak bisa mengingkari kalau dia masih mencintai Archer dan tampaknya Archer juga demikian. Alih-alih membunuh Sophie, Archer malah menyelamatkan Sophie dari serangan Mata dan mengungkapkan teorinya kalau sebenarnya bukan Mata yang memicu peperangan dengan dunia Prodigium melainkan Prodigium itu sendiri. Setelah itu, serangan-serangan terhadap Sophie dimulai dan Sophie dipaksa memilih siapa yang harus ia percayai: Dewan atau Archer.

Bagaimana nasib Sophie selanjutnya? Siapa yang akan Sophie percaya?

Akhirnya.. Setelah cukup lama menunggu lanjutan kisah Hex Hall, buku ini terbit juga. Dan thanks to Ufuk yang memberikan diskon 40% untuk novel-novelnya di stand Jakarta Book Fair, buku ini bisa saya beli dengan hampir setengah harga. Penantian yang berbuah manis. Hihi..

Buku ini benar-benar berbeda dari Hex Hall. Tidak ada lagi kisah tipikal persaingan remaja di SMA karena settingnya memang sudah tidak di sekolah lagi. Sophie kini benar-benar telah terjun ke dunia sihir. Ia belajar lebih banyak tentang sejarahnya dan sejarah pertikaian Prodigium dengan Mata. Lebih banyak misteri yang harus Sophie pecahkan ketimbang hanya mengetahui bahwa nenek buyutnya seorang Demon yang dibangkitkan oleh penyihir. Pertanyaan yang harus Sophie cari kali ini adalah apa motif pembangkit demon tersebut sebenarnya dan apakah para Dewan, termasuk ayah Sophie, benar-benar bisa dipercaya. Asyiknya, tokoh Sophie begitu blak-blakan dan konyol. Oleh karena itu, novel ini tidak terasa berat. Bersama Sophie kita akan dibawa mengikuti pemahamannya yang perlahan-lahan mengenai dunia yang sebenarnya seharusnya menjadi tempatnya berada sekaligus mengikuti pengungkapan-pengungkapan rahasia yang menjadi sebab musabab pertikaian antara Prodigium dengan Mata.

Mengenai kisah cintanya, buku ini belum bisa meninggalkan tipikal cinta segitiga dalam cerita-cerita paranormal. Ada Cal yang baik hati dan selalu membantu Sophie, ditambah lagi ia sudah ditunangkan dengan Sophie sejak lama. Namun, Archer kembali lagi. Cowok yang membuat Sophie bingung karena posisinya yang berseberangan dengan Sophie. Agak bosan sih membaca kisah cinta semacam ini dan terus terang saya merasa chemistry antara Sophie dengan baik Archer maupun Cal kurang. Tapi Archer benar-benar memiliki hati saya. Keren banget emang cowok yang satu ini.

Mengenai buku versi Indonesianya, saya senang Ufuk memilih menggunakan cover aslinya alih-alih membuat cover versi sendiri karena saya sangat menyukai covernya. Ukuran font-nya pun sangat bersahabat dengan mata. Sayang, typo error bertebaran di seluruh buku. Misalnya saja, buku "Demonologi" yang kerap ditulis "Demologi". Sisanya saya tidak akan membuat daftarnya disini karena toh Ufuk sudah memiliki Pemeriksa Aksara yang bisa mengecek typo error tersebut. Selain itu, beberapa penerjemahan juga tidak dapat saya mengerti apa maksudnya. Contoh paling jelas (karena saya garis dengan pensil di bukunya) adalah ini:

"Aneh bagiku, aneh baginya, mungkin aneh bagimu karena kau harus melepaskan bantalan ayunan bujanganmu." => Maksudnya apa ya?

Secara umum, novel ini cukup menghibur. Dan untuk pembaca yang jarang membaca novel bergenre paranormal, novel ini masuk kategori dapat dinikmati. Informasi yang diberikan seputar dunia paranormal dapat dicerna dan dimengerti dengan mudah. Saya sangat menantikan terbitnya edisi terjemahan buku terakhir trilogi ini, Spellbound. Semoga didiskon di JBF lagi. Hehe.

Recommended untuk remaja karena ceritanya tergolong remaja sekali, paranormal lovers, yang mau mencoba membaca buku bergenre paranormal, yang belum bosan dengan kisah cinta segitiga ala Twilight.

9 komentar:

  1. Terbitan Ufuk keren-keren, ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaa, keren-keren banget! Diskonnya juga keren! *duar*

      Hapus
  2. Review ini udah ditag ke penerbit dan penerjemahnya? kayaknya perlu, buku ini kayaknya bagus ceritanya, soalnya aku suka seri pertamanya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku udah baca, Mbak Shinta. :D
      Makasih, Nana.

      Hapus
  3. Ahhhh aku lagi baca ini sekarang. Kereeeen! :D

    BalasHapus
  4. Hai... makasih masukannya... aku jadi malu karena engga ngerti juga apa maksud ini:

    "Aneh bagiku, aneh baginya, mungkin aneh
    bagimu karena kau harus melepaskan bantalan ayunan bujanganmu." => Maksudnya apa ya?

    *merah padam*

    BalasHapus
  5. ga ketemu bukunya . kira" yg msih jual dmn ya ? ada yg bsa bntu saran ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba ke ufuk langsung? Malah bisa diskon lumayan kalo beli langsung ke penerbit.

      Hapus

Berikan pendapatmu mengenai post yang kamu baca di sini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...